RSUD siapkan ruang khusus guna antisipasi lonjakan COVID-19 usai Natal

RSUD siapkan ruang khusus guna antisipasi lonjakan COVID-19 usai Natal

Dokumentasi - Petugas medis melakukan tes usap PCR terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Meningkatnya kasus COVID-19 di ibu kota dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan meningkatnya tingkat keterisian kamar perawatan di rumah sakit tersebut sehingga sebagian pasien COVID-19 terpaksa antre untuk mendapatkan ruang perawatan. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Jakarta Barat menyiapkan ruang rawat inap dan transit khusus untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru.

"Untuk ruangan transit pasien COVID kita sediakan dengan kapasitas 30 tempat tidur dan ruang rawat inap itu 50 tempat tidur," kata Humas RSUD Cengkareng Aris Pribadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Baca juga: RSUD Cengkareng buka layanan vaksin Moderna untuk masyarakat umum

Selain itu, pihaknya juga telah menggunakan 340 tempat tidur untuk pasien non COVID-19. Jika nanti kasus COVID-19 meningkat, maka ratusan tempat tidur itu akan diprioritaskan untuk pasien yang terpapar.

Menurut Aris, pihaknya sudah pernah merawat pasien COVID-19 dalam jumlah banyak pada gelombang kenaikan kasus pada beberapa bulan lalu.

Bahkan pihaknya sempat menangani 200 pasien COVID-19. Berbekal pengalaman tersebut, Aris yakin RSUD Cengkareng dapat melayani secara maksimal jika terjadi peningkatan kasus kembali.

"Kita kan pernah menghadapi lonjakan yang lalu ya. Kalau memang lonjakan kasus ada lagi, kita masih siap semua," ujar Aris.

Baca juga: Tempat tidur untuk pasien COVID-19 di RSUD mulai banyak yang kosong

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat berharap warga memiliki kesadaran penuh untuk taat protokol kesehatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dan libur Natal-Tahun Baru nanti.

"Sebenarnya intinya adalah kesadaran warga untuk taat prokes karena kita ini sifatnya hanya pemantauan dan menghimbau," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat, Tamo Sijabat saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin lalu.

Menurut Tamo, pemerintah hanya memberikan regulasi agar warga terhindar dari COVID-19. Regulasi yang dimaksud seperti pengetatan selama PPKM dan vaksinasi massal.

Jika warga tetap melanggar ataupun mengabaikan regulasi tersebut, maka tidak menutup kemungkinan angka penyebaran COVID-19 akan meningkat.



#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: Pasien COVID-19 di RSUD Cengkareng berkurang sejak seminggu terakhir

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden sebut Kereta Cepat Jakarta Bandung beroperasi Juni 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar