Berkuda

Pordasi dan Denkavkud bangkitkan kejuaraan berkuda KASAD CUP 2021

Pordasi dan Denkavkud bangkitkan kejuaraan berkuda KASAD CUP 2021

Ilustrasi - seorang atlet tengah beraksi menunggangi kuda dalam sebuah kejuaraan. (ANTARA/HO-PP Pordasi)

Ini merupakan kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Denkavkud Pussenkav AD, dan diikuti atlet dari luar Denkavkud, terbuka untuk umum
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) berkolaborasi dengan Detasemen Kavaleri Berkuda Pussenkav AD membangkitkan kembali kejuaraan berkuda bertajuk KASAD CUP 2021 di Parongpong, Bandung Barat, pada 8–12 Desember.

Ketua Umum PP Pordasi, Triwatty Marciano, mengatakan ajang yang memperebutkan Piala KASAD ini merupakan kebangkitan kembali pembinaan olahraga berkuda Equestrian yang diinisiasi TNI AD.

Dalam pelaksanaannya, KASAD CUP 2021 akan melombakan tiga disiplin yakni, Dressage (tunggang serasi), Cross Country, dan Show Jumping (lompat rintangan).

Baca juga: Claresta Amantha tembus podium kejuaraan berkuda APM Classic 2021

"Selaku Ketua Umum PP.Pordasi, saya mengapresiasi terselenggara kembalinya KASAD CUP. Ini merupakan kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Denkavkud Pussenkav AD, dan diikuti atlet dari luar Denkavkud, terbuka untuk umum," kata Triwatty dalam pernyataan resminya, Jumat.

"Dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga berkuda, kita perlu banyak kompetisi. Oleh karenanya, kembalinya KASAD Cup akan berkontribusi bagi pembinaan olahraga prestasi Tanah Air," dia menambahkan.

Dalam kesempatan ini, Triwatty juga menyampaikan terima kasih kepada KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang telah memberikan perhatian kepada pembinaan olahraga berkuda equestrian khususnya eventing.

Dukungan ini diharapkan mampu mengembalikan kompetisi eventing secara rutin dan menjadi kalender tahunan dari Denkavkud.

KASAD CUP kali pertama bergulir pada 1986. Ketika itu, Tenny Palandeng menjadi pemenang. Lalu ajang ini kembali bergulir pada 1988 dan Ardhy Hapsoro menjadi juara.

Baca juga: Equinara terapkan kuota latihan berkuda

Kemudian berlanjut pada tahun 1989 dan 1991 yang pemenangnya adalah Cici Sanusi. Setelah itu, giliran Nasri Sanusi menjadi juara pada edisi 1992 dan 1997.

KASAD CUP sempat absen cukup lama sebelum akhirnya kembali bergulir pada 2008 berkat kerja sama Denkavkud dan APM Equestrian Centre. Pemenangnya ketika itu adalah Jojo Jonathan.

Adapun edisi terakhir bergulir ketika Jamhur Hatta menjadi juara pada 2010. Setelah itu, KASAD CUP tak bergulir selama 11 tahun, hingga akhirnya PP Pordasi dan Denkavkud Pussenkav AD kembali menggelar ajang yang memperebutkan piala bergilir KASAD tersebut.

Triwatty Marciano berharap dukungan dan kehadiran KASAD pada event ini akan memotivasi komunitas olahraga berkuda di Indonesia untuk berprestasi lebih baik lagi secara nasional dan internasional.

Karena masih dalam situasi pandemi COVID-19, KASAD CUP 2021 akan menerapkan protokol kesehatan ketat. Rencananya ajang ini akan disiarkan secara langsung melalui berbagai platform.

Baca juga: Aryo PS Djojohadikusumo dilantik jadi ketua Pordasi DKI Jakarta

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kargo Turki mengangkut 63 kuda dari AS ke Turkiye

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar