Kadin Indonesia siapkan peta jalan Indonesia Emas 2045

Kadin Indonesia siapkan peta jalan Indonesia Emas 2045

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan sambutan saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2021 di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (3/12/2021). ANTARA/Naufal Fikri Yusuf.

Badung (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2021 yang juga membahas agar Kadin bisa berkontribusi dalam langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Kadin Indonesia menyiapkan Road Map atau peta jalan menuju Indonesia 2045 dengan menguatkan tiga program utama, yakni mendukung percepatan investasi seperti spirit UU Cipta Kerja, membangun ekonomi daerah dan menciptakan kewirausahaan serta penguatan SDM melalui vokasi.

"Kami mengambil spirit dari UU Cipta Kerja. Spirit mempercepat dan permudah investasi, ada lapangan kerja bagi masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Lalu kuatkan ekonomi daerah, kebijakannya jangan disamakan, tapi lihat potensi daerahnya. Ingat, ekonomi daerah kuat, ekonomi nasional akan kokoh," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat.

Selain itu, pelaksanaan Rapimnas yang merupakan amanat Munas itu diharapkan dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi khususnya sektor pariwisata dan UMKM di Bali.

"Dalam Rapimnas ini, hadir semua perwakilan Kadin Daerah dari 34 Provinsi dan asosiasi yang tergabung dalam Kadin Indonesia. Rapimnas merupakan ajang berkonsolidasi, menyamakan visi-misi dan program-program dari empat pilar utama untuk membantu pemerintah mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi di masa pandemi COVID-19," katanya.

Kadin Indonesia mendorong program ekonomi kerakyatan yang mengedepankan kerja sama, kolaborasi menciptakan wirausaha sosial, peduli terhadap ekonomi negara, bangsa dan masyarakat.

"Itulah ekonomi Pancasila yang bertujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Rapimnas Eka Sastra mengatakan, panitia sengaja memilih Bali sebagai tempat acara tak terlepas dari tema yang diangkat, Bangkit Bersama.

Menurutnya, tema tersebut memang sejalan dengan upaya KADIN Indonesia untuk memulihkan kesehatan dan Ekonomi di Indonesia, khususnya lagi Bali.

Daya tarik Bali sebagai destinasi wisata diyakini masih sangat kuat, bukan hanya bagi turis lokal, tapi juga turis mancanegara. Harapannya, dengan berhasilnya Bali menyelenggarakan acara besar seperti Rapimnas Kadin Indonesia akan membuat sektor pariwisata bangkit.

"Jadi melalui Rapimnas ini diharapkan bisa ada efek domino ekonomi, membangkitkan juga pariwisata, konsumsi, ritel, perhotelan, UMKM dan industri kreatif sehingga ekonomi bergerak," ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.200 orang itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan juga dihadiri sejumlah menteri seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah.

Selain itu, juga hadir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Dalam sambutannya, Presiden meminta dukungan Kadin untuk mendetailkan kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama yang akan menjadi fokus Indonesia pada presidensi G20 yang telah dimulai sejak 1 Desember 2021.

"Nanti kita akan fokuskan di G20 ini adalah satu, urusan arsitektur kesehatan global, yang kedua mengenai transisi energi menuju energi yang hijau dan berkelanjutan, kemudian yang ketiga mengenai digitalisasi," katanya.

Menurut Presiden, saat ini bandul ekonomi dunia mulai bergerak ke arah ekonomi hijau. Untuk itu, Indonesia harus segera menyesuaikan agar ketika dunia hanya menerima produk-produk yang dihasilkan energi terbarukan, Indonesia sudah siap.

"Kalau misalnya nanti suatu titik entah 2 tahun lagi, entah 3 tahun lagi, atau 5 tahun lagi, Eropa misalnya hanya menerima produk-produk hijau yang dihasilkan dari renewable energy dan kita belum siap, bagaimana kita mau mengekspor barang-barang kita? Begitu mereka mulai, negara lain pasti juga akan memulai. Oleh sebab itu, secepatnya kita harus mulai menggeser arah ekonomi kita sesuai dengan yang tadi akan kita bicarakan di G20," kata Presiden Jokowi.
Baca juga: Presiden minta dukungan Kadin detailkan kebijakan pemerintah
Baca juga: Uni Eropa dukung upaya Bali dalam pemulihan ekonomi dan pariwisata

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Apindo dan Kadin sebut Anies Baswedan langgar regulasi pengupahan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar