RB ditetapkan sebagai tersangka kasus Pembunuhan di Proyek SPAM Kupang

RB ditetapkan sebagai tersangka kasus Pembunuhan di Proyek SPAM Kupang

ilustrasi korban pembunuhan (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Kupang (ANTARA) - Kepolisian telah menetapkan RB sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap ibu dan bayi yang jenazahnya ditemukan dalam keadaan terbalut kantong plastik oleh pekerja proyek penggalian saluran pipa SPAM, Kupang. 

"Jadi setelah menyerahkan diri pada Kamis (2/12) beberapa hari lalu, tim penyidik kemudian lakukan pemeriksaan dan pada Jumat (3/12) malam kemarin RB langsung ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B kepada ANTARA di Kupang, Sabtu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan itu, RB langsung menjalani penahanan di Rutan Polda NTT untuk 20 hari ke depan.

Saat ini, menurut krisna, tim penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Tim penyidik juga masih bekerja untuk mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan RB terhadap Astri dan Lael.

Baca juga: Warga serahkan diri ke polisi terkait jenazah ibu-bayi di proyek SPAM
Baca juga: Polisi tes DNA jenazah wanita dan bayi yang ditemukan di proyek SPAM
Baca juga: Puluhan saksi diperiksa soal jenazah wanita dan bayi di proyek SPAM


Ia menambahkan RB akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dan diancam 15 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus pembunuhan tersebut menjadi perhatian publik. Jenazah ibu dan bayinya ditemukan dalam proyek penggalian saluran saluran pipa SPAM Kali Dendeng, Kota Kupang, pada akhir Oktober 2021 lalu, dalam keadaan terbungkus kantong plastik.

Polisi harus bekerja ekstra untuk mengungkap jenazah ibu dan bayi tersebut. Kedua jenazah tersebut akhirnya dapat diketahui identitasnya setelah dilakukan tes DNA.

Korban bernama Astri Evita Seprini Manafe (AESN) berusia sekitar 30 tahun, dan Lael Maccabe (LM), bayi berusia satu tahun. Korban merupakan warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BMKG Ternate: Gempa M7,4 tidak terasa di Malut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar