Daerah dengan nol kasus COVID-19 di Sulteng berkurang jadi tiga

Daerah dengan nol kasus COVID-19 di Sulteng berkurang jadi tiga

Sejumlah siswa mencuci tangan sebelum mengikuti proses pembelajaran secara tatap muka di SMK Negeri 3 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/10/2021). Sejumlah sekolah di daerah tersebut mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat setelah sekian lama terhenti akibat pandemi COVID-19. ANTARA/Mohamad Hamzah.

Palu (ANTARA) - Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat terjadi pengurangan jumlah daerah yang berhasil menekan kasus COVID-19 hingga nol kasus, dari sebelumnya berjumlah empat daerah kini berkurang tinggal tiga daerah.

Kabupaten Banggai yang sebelumnya berhasil menekan kasus COVID-19 hingga nol kasus hari ini tercatat ditemukan satu kasus atau satu orang yang terkonfirmasi terpapar COVID-19 di sana.

"Tiga daerah yang sampai hari ini tidak ditemukan kasus aktif COVID-19 yakni Buol, Morowali dan Morowali Utara," kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Adiman di Kota Palu, Ahad malam.

Adapun sembilan daerah yang masih ditemukan kasus aktif COVID-19 antara lain 11 kasus di Sigi, enam kasus di Poso dan Tolitoli, lima kasus di Banggai Kepulauan, dua kasus di Tojo Una-Una, satu kasus di Banggai Laut, Dongala, Parigi Moutong dan Kota Palu.

Baca juga: Gubernur Sulteng atur pelaksanaan tahun baru 2022 untuk cegah COVID-19

Baca juga: Pasien aktif COVID-19 di Sulteng tersisa 37 orang


"Secara kumulatif hingga hari ini sudah 47.160 orang di Sulteng yang terpapar COVID-19. Dari 47.160 orang tersebut, 45.524 orang dinyatakan telah sembuh, 1.602 orang meninggal dunia dan 34 orang masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat,"ujarnya.

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," ujarnya.*

Baca juga: Gubernur Sulteng minta bupati-wali kota optimalkan pencegahan COVID-19

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah tinggal 0,08 persen

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Buru sisa MIT Poso, Satgas Madago Raya gunakan helikopter

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar