Jakarta (ANTARA) - PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, telekomunikasi, dan energi, kini berganti nakhoda setelah Bobby Gafur Sulistyo Umar menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan.

"Merujuk pada Peraturan OJK, saya telah menyelesaikan pembelian atas 179.300.000 saham yang mewakili 50 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan,” kata Bobby dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Sebelumnya dia telah tercatat sebagai pemegang 25 persen saham OASA dan kini resmi menguasai 75 persen saham perusahaan itu.

Dengan selesainya akuisisi tersebut, dia yang kini memiliki 268.950.000 saham mewakili 75 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam OASA, sekaligus telah menjadi pengendali baru OASA dan akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 9/2018.

Dijelaskan oleh Bobby, OASA yang sejak tahun 2013 telah memperluas cakupan bisnis nya ke sektor telekomunikasi dan beberapa tahun setelah itu juga merambah bisnis energi, termasuk kelistrikan dan energi terbarukan, sebenarnya adalah perusahaan yang berbasis pada manajemen proyek dan konstruksi yang terintegrasi.

“Ke depan, kami sudah menetapkan rencana dan akan segera menyusun cetak-biru bisnis kami, dengan tetap mempertahankan dan terus mengembangkan kegiatan usaha di bidang konstruksi barang elektrikal, telekomunikasi dan juga tetap menjadi pemasok utama di sektor energi migas,” katanya yang juga pernah menjabat Presiden Direktur & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR)

Diakuinya pandemi COVID-19 pada kenyataannya telah memorak porandakan bisnis dan industri jasa konstruksi. Namun, bisnis yang digelutinya ini telah mulai menggeliat kembali.

Dikatakan, sesungguhnya kondisi ke depan memang masih sangat tidak pasti. Prospeknya masih sangat tergantung pada durasi krisis kesehatan dan efektivitas kebijakan pemerintah untuk meredam dampak ekonomi dari pandemi ini.

Ekspansi Ke Masa Depan Konstruksi barang elektrikal, telekomunikasi dan juga energi migas, akan menjadi sektor-sektor bisnis yang akan digarap serius oleh Perseroan.

Perusahaan berhasil mencatatkan kinerja yang memuaskan pada paruh pertama 2021. Tak hanya pendapatan bersih yang meningkat, laba bersih pun ikut menapak tren positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Juli 2021, Perseroan mencatat pendapatan bersih yang melesat hingga 192,83 persen menjadi Rp3,18 miliar, sementara pada semeter I-2020 membukukan Rp1,08 miliar.


Baca juga: DJP: Diskon PPh Badan diberikan jika 40 persen saham milik publik

Baca juga: Kredivo menjadi perusahaan publik, investasi TelkomGroup berbuah manis

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2021