Drainase vertikal dinilai mampu atasi banjir di DKI

Drainase vertikal dinilai mampu atasi banjir di DKI

Pekerja menyelesaikan pembuatan sumur resapan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Camat Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Rafli menuturkan drainase vertikal mampu untuk mengatasi banjir atau genangan air di DKI Jakarta berdasarkan pantauan pada beberapa lokasi terdampak banjir.

"Pembangunan drainase vertikal di DKI akan berdampak mengurangi genangan atau banjir. Hal itu telah teruji di beberapa titik," kata Rafli melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Anies instruksikan OPD evaluasi pekerjaan kontraktor sumur resapan

Diketahui, drainase vertikal terdiri dari sumur resapan dan kolam deteksi yang berfungsi tempat parkir genangan air sementara di permukaan jalan dan alat kontrol banjir.

Menurut dia, drainase vertikal berfungsi untuk memotong jarak alir arah horisontal menjadi lebih dekat sehingga meningkatkan proses konsolidasi tanah.

Rafli mengatakan keberadaan drainase vertikal itu pun dapat memotong jarak aliran air yang sebelumnya horizontal menjadi vertikal sehingga mempercepat penyerapan air ke tanah dan membuat upaya konservasi tanah semakin baik.

Dia menambahkan, dengan banyaknya eksploitasi air tanah pada lapisan akuifer dapat mengakibatkan penyusutan lapisan tanah sehingga terjadi penurunan permukaan tanah.

Baca juga: Legislator: Normalisasi sungai paling efektif kendalikan banjir di DKI

"Masih ada permintaan masyarakat untuk membuat drainase vertikal ini. Untuk di Kecamatan Mampang Prapatan di tahap 2 ada penambahan sekitar 150 drainase vertikal untuk dibangun di pinggir jalan utama Jalan Jenderal Gatot Subroto, taman, dan selebihnya di sekolah-sekolah,” tutur Rafli.

Adapun Pemprov DKI Jakarta membangun dua jenis sumur resapan, yaitu sumur resapan dangkal dan sumur resapan dalam.

Sumur resapan dangkal berfungsi menekan genangan air di permukaan tanah dengan cara mengalirkan ke sumur resapan.

Sementara sumur resapan dalam berfungsi untuk menambah cadangan air tanah. Sumur resapan dangkal berpotensi menampung dan menyerapkan air ke dalam tanah sebanyak 11.502.420 m3.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal menuturkan, pembangunan sumur resapan atau drainase vertikal menjadi kunci bagi DKI untuk mengantisipasi terjadinya banjir di sejumlah titik yang rutin terdampak.

Selain mencegah banjir, gerakan pembangunan sumur resapan juga menjadi solusi menciptakan lapangan kerja sekaligus memperbaiki lingkungan dan konservasi air menuju Jakarta Kota Ramah Air.

Baca juga: Dinas SDA DKI perbaiki sumur resapan di Lebak Bulus Jakarta

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengamat: Sumur resapan bukan solusi atasi banjir di Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar