Laporan dari China

Maskapai China hentikan penerbangan dari 37 negara

Maskapai China hentikan penerbangan dari 37 negara

Pesawat berbadan lebar yang melayani penerbangan internasional milik maskapai Air China baru saja mendarat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) pada 13 April 2021. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Beberapa maskapai penerbangan China menghentikan pelayanan dari 37 negara terkait munculnya kasus positif COVID-19 varian Delta.

Sichuan Airlines mengumumkan penangguhan sementara penerbangan transit melalui Mesir dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Swaziland, Mozambik, Malawi, dan Seychelles menuju China.

Penangguhan tersebut berlaku efektif mulai Sabtu (4/12), demikian pernyataan maskapai Sichuan Airlines dikutip media China, Senin.

China Southern juga menangguhkan sementara pelayanannya dari 37 negara, termasuk 24 negara Afrika, tujuh negara Asia, tiga negara Eropa, dan tiga negara di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Baca juga: Presiden China janji tambah 1 miliar dosis vaksin untuk Afrika

Data penyedia jasa informasi penerbangan VariFlight menyebutkan pada 1-28 November 2021 terdapat 37 jadwal penerbangan dari China ke Afrika.

Ke-37 jadwal penerbangan tersebut dilayani oleh China Southern Airlines, Sichuan Airlines, Air China, Eithiopian Airlines, Kenya Airways, dan Egypt Airlines.

Beberapa maskapai di China kembali menyesuaikan kebijakan protokol kesehatan seiring dengan munculnya kasus Omicron di beberapa negara.

Sejauh ini China juga belum mendapati kasus Omicron. 

Baca juga: Pakar: China kembali normal jika fatalitas COVID-19 tinggal 0,1 persen
Baca juga: Sinovac meneliti dampak Omicron terhadap vaksin inaktif COVID-19

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar