Pemerintah dukung Bali Maritime Tourism Hub sambut peningkatan wisman

Pemerintah dukung Bali Maritime Tourism Hub sambut peningkatan wisman

Sejumlah wisatawan mancanegara yang sudah tinggal di Bali sedang menikmati suasana Pantai Sanur, Denpasar Bali, Sabtu (23/10/2021). ANTARA/Ni Luh Rhismawati/aa.

diperlukan alternatif pintu pariwisata lain yang harus kita optimalkan salah satunya ada Bali Maritime Tourism Hub (BMTH)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mendukung Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) sebagai strategi terobosan menyambut peningkatan wisatawan mancanegara (wisman) dari jalur laut.

Dukungan disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga dalam Focus Group Discussion (FGD) Stakeholder bertajuk Cruise Resumption in Indonesia and Port of Benoa as Home Port di Benoa Cruise Terminal Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (5/12) lalu.

"Dengan dibukanya penerbangan internasional nyatanya belum mampu mendongkrak pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Bali. Oleh karena itu diperlukan alternatif pintu pariwisata lain yang harus kita optimalkan salah satunya ada Bali Maritime Tourism Hub (BMTH)," kata Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Sandiaga Uno mendukung upaya bersama menghidupkan kembali ekonomi pariwisata Bali. Menurutnya, Bali sebagai jantung pariwisata Indonesia yang sebagian besar warganya bergantung pada sektor pariwisata membutuhkan terobosan-terobosan strategi antarpemangku kepentingan.

Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur dan Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Eng Lukijanto menambahkan, pembangunan BMTH yang saat ini dikerjakan Pelindo harus mendapat percepatan strategi agar bisa dimanfaatkan secara tepat dan efisien.

"Dalam tiga tahun terakhir Kemenkomarves membentuk tim percepatan pembangunan BMTH dan penanganan kapal cruise, ini bentuk dukungan serius kami dalam optimalisasi pariwisata di Bali terutama untuk BMTH," jelasnya.

Sementara itu, Senior Manager Port Operations Southeast Asia Royal Caribbean Group James Ngui mengungkapkan dibutuhkan regulasi yang tegas dan saling mengakomodir antara cruise agent (agen pesiar) dan Pemerintah Indonesia agar upaya peningkatan wisatawan melalui kapal pesiar dapat kembali bergairah.

"Misalnya terkait aturan masa karantina wisatawan," tambahnya.

Di sisi lain, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo optimis kembali menyambut dan melayani kedatangan kapal pesiar (cruise).

Direktur Pengelola Pelindo Putut Sri Muljanto menjelaskan pada tahun 2019 data kunjungan kapal pesiar ke pulau Bali sangat tinggi, namun masa pandemi membuat kapal pesiar tidak bisa melakukan kunjungan ke Indonesia khususnya ke Bali.

Ke depannya kondisi normal baru yang disiapkan bersama diharapkan mampu mendorong kunjungan kapal pesiar yang sempat terhenti.

"Kita perlu merapatkan tangan berkolaborasi bersama antar pemangku kepentingan agar apa yang sudah kita siapkan selama ini melalui pembangunan BMTH bisa berdampak pada peningkatan kunjungan wisata di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN melalui Pelindo membangun BMTH sebagai hub pelabuhan pariwisata di Indonesia di Pelabuhan Benoa Bali. BMTH ditargetkan sepenuhnya rampung pada pertengahan tahun 2023

Dengan konsep pengembangan wisata Butterfly Route dan pemberian fasilitas UMKM di BMTH diharapkan kehadirannya dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dari sisi pariwisata bahari.



Baca juga: Menparekraf paparkan evaluasi pasca-pembukaan Bali

Baca juga: Menparekraf: Belum ada wisman ke Bali dengan penerbangan langsung

Baca juga: Kemenparekraf gandeng "ride hailing" dukung pariwisata Bali bangkit

Baca juga: Kemenparekraf nilai Bali siap sambut wisatawan mancanegara


 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menparekraf tegaskan "travel buble" tak berlaku bagi penonton

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar