Tingkatkan Kewaspadaan Setelah Tewasnya Osama

Tingkatkan Kewaspadaan Setelah Tewasnya Osama

Suryadharma Ali. (ANTARA/Asep Fathulrahman)

"Kita beri apresiasi dan proficiat kepada pihak keamanan Amerika Serikat."
Kupang (ANTARA News) - Menteri Agama (Menag), H. Suryadharma Ali, meminta seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan radikalisme yang sering dilakukan melalui aksi teror bom setelah tewasnya Osama Bin Laden.

"Tewasnya Osama Bin Laden oleh pasukan khusus antiteror Amerika Serikat, tidak berarti telah mengubur gerakan radikalisme di muka bumi ini, sehingga kewaspadaan dini perlu tetap ada bahkan bila perlu ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya di Kupang, Selasa.

Suryadharma Ali mengatakan hal tersebut usai menghadiri Paskah Oikumene Akbar Nusa Tenggara Timur di Gelanggan Olahraga (GOR) Oepoi Kupang.

Pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden dikabarkan tewas dalam sebuah rumah besar di luar Islamabad, Pakistan bersama dengan anggota keluarga yang lain setelah "intelijen" tahu tentang keberadaannya dan melakukan pengerebekan.

Suryadharma Ali yang saat itu didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Kapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen (Pol) Yorry Yance Worang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur, Sega Fransiskus mengapresiasi kinerja pihak Tentara Amerika Serikat yang berhasil membunuh pimpinan tertinggi Al-Qaeda itu di sebuah kota di Pakistan.

"Kita beri apresiasi dan proficiat kepada pihak keamanan Amerika Serikat yang selama 10 tahun terakhir berkonsentrasi memburu Osama Bin Laden pascatragedi ambruknya menara kembar WTC Amerika itu tahun 1991 lalu," katanya.

Namun, ia menyatakan, apresiasi itu tidak lantas membuat masyarakat di Indonesia terlena, dan kurang mewaspadai gerakan yang akan dilakukan para pengikut Osama Bin Laden melalui gerakan-gerakan yang terorganisir melalui organisasi bentukan almarhum semasa hidupnya.

Salah satu bentuk kewaspadaan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan iman melalui ajaran agamanya masing-masing dan sikap antisipasi lain agar tidak mengganggu toleransi dan kerukunan agama yang telah tercipta dan terbina dengan baik selama ini.

"Perayaan agama yang dilakukan bersama seperti Oikumene Akbar Paska 2011 di NTT merupakan salah bentuk untuk mempertebal iman akan Allah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing, karena demikian toleransi dan kerukunan beragama akan semakin terpelihara dalam proses melaksanakan pembangunan," katanya menambahkan.
(T.B017/N005)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Jasad dua DPO MIT dimakamkan dini hari di Kota Palu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar