Wali kota pantau sejumlah wilayah langganan banjir

Wali kota pantau sejumlah wilayah langganan banjir

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memantau sejumlah tempat yang menjadi langganan banjir ketika curah hujan meningkat di Makassar. ANTARA/HO/

Paccerakkang yang dulunya hujan sedikit langsung banjir sekarang alhamdulillah bisa teratasi
Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memantau sejumlah lokasi yang menjadi langganan banjir seiring dengan tingginya intensitas hujan  dan cuaca memburuk.

"Sesuai dengan imbauan dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, cuaca dua hari ini sangat tinggi dan kita ingin pastikan warga baik-baik saja," ujar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, curah hujan di Kota Makassar yang cukup tinggi beberapa hari terakhir membuat dirinya gelisah, meskipun telah memerintahkan seluruh SKPD, camat dan lurah untuk siaga dan mengaktifkan "recovery center".

Salah satu tempat pengecekannya yakni daerah Paccerakkang, Daya yang setiap tahunnya selalu kebanjiran ketika curah hujan meningkat.

Di lokasi itu, wali kota melihat langsung ketinggian genangan air setelah dua hari dengan hujan dengan intensitas yang tinggi.

"Karena beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi makanya ada genangan air. Hanya saja jika kita lihat hari ini, Paccerakkang yang dulunya hujan sedikit langsung banjir sekarang alhamdulillah bisa teratasi. Meski tetap ada genangan air tapi masih bisa teratasi," katanya.

Dannt Pomanto menerangkan perubahan ketinggian air itu karena adanya penanganan yang dilakukan sejak April lalu.

"Bulan April kemarin di lakukan penggalian dan hasilnya terlihat saat ini. Biasanya kan kalau hujannya tidak berhenti, sudah mengungsi warganya. Nah sekarang alhamdulillah tidak. Inilah bentuk upaya pengendalian banjir di Makassar," terangnya.

Sebelumnya, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi cuaca yang memburuk mulai 5-7 Desember 2021.

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Darmawan mengatakan jika mencermati perkembangan kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah.

Menurut dia, pola pertemuan massa udara (konvergensi) dari laut Jawa hingga Sulawesi dan meningkatnya anomali suhu muka laut di wilayah Selat Makassar dan Teluk Bone. Kondisi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Sulawesi Selatan.

Untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat meliputi Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Makassar dan Takalar.

Wilayah Sulsel bagian tengah meliputi Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Begitu juga wilayah Sulsel bagian utara meliputi Kabupaten Enrekang, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Toraja Utara.
Baca juga: Redam tawuran antarkelompok, Pemkot Makassar gelar Forkot
Baca juga: Wali Kota menanggung biaya pengobatan mahasiswa korban pertikaian
Baca juga: Mentan-Wali Kota Makassar canangkan lorong pertanian

 

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kesyahbandaran Makassar bagikan dokumen kapal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar