ABBA tuntut band cover Abba Mania

ABBA tuntut band cover Abba Mania

Grup pop Swedia Abba: Benny Andersson, Anni-Frid Lyngstad, Agnetha Faltskog dan Bjorn Ulvaeus pada 9 Februari 1974. (REUTERS/TT NEWS AGENCY)

Jakarta (ANTARA) - Grup Swedia ABBA mengajukan gugatan agar band cover Inggris yang dikenal sebagai Abba Mania berhenti menggunakan nama itu.

Dalam pengaduan yang diajukan ke Pengadilan Distrik A.S. di Manhattan, pengacara ABBA menuduh manajer Abba Mania melakukan "perilaku parasit dan itikad buruk" dengan menukar niat baik dan ciri khas ABBA dalam mempromosikan Abba Mania.

ABBA mengatakan para terdakwa telah mengabaikan tuntutannya untuk berhenti menggunakan Abba Mania di media sosial, YouTube dan situs web abbamania.com, atau menerima saran untuk menggunakan nama "ABBA Tribute" agar tidak membingungkan orang-orang.

Gugatan pelanggaran merek dagang ABBA muncul di tengah tur AS untuk Abba Mania, yang menyebut diri mereka "The Original Tribute from London's West End!".

Polar Music International AB adalah penggugat yang telah menangani urusan bisnis ABBA sejak grup tersebut didirikan tahun 1972 di Stockholm. Gugatannya itu juga berisi tuntutan ganti rugi.

Situs web Abba Mania menuliskan "Abba Mania sama sekali tidak terkait, berafiliasi, atau didukung oleh Polar Music atau ABBA" dalam huruf kapital kecil. ABBA telah menjual sekitar 385 juta rekaman, dan dikenal dengan lagu-lagu seperti "Waterloo," "Dancing Queen," "Money, Money, Money" dan "The Winner Takes It All." Mereka juga salah satu grup pertama yang menggunakan video musik untuk mempromosikan musiknya.

ABBA bulan lalu merilis album baru pertamanya dalam 40 tahun, "Voyage," dan merencanakan pertunjukan panggung yang menampilkan avatar digital para anggotanya, yang kini berusia 70-an, yang akan meniru penampilan mereka pada era 1970-an.

Money, money, money: ABBA sues over Abba Mania cover band

Baca juga: Album teranyar ABBA mungkin jadi karya terakhir

Baca juga: Hampir 40 tahun pisah, ABBA reuni dengan album baru

Baca juga: Bjorn ABBA dukung aksi Black Lives Matter

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar