Harga emas datar di Asia, saat dolar dan "yields" obligasi AS menguat

Harga emas datar di Asia, saat dolar dan "yields" obligasi AS menguat

Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/Shutterstock/aa.

Bengaluru (ANTARA) - Harga emas datar di perdagangan Asia pada Selasa pagi, karena menguatnya dolar dan imbal hasil (yields) obligasi pemerintah AS membebani daya tariknya dan membatasi logam mulia pada kisaran ketat.

Di pasar spot, harga emas sedikit berubah diperdagangkan di 1.778,79 dolar AS per ounce pada pukul 01.30 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS datar diperdagangkan di 1.780,00 dolar AS per ounce.

Indeks dolar stabil, bertahan pada lompatan semalam yang dibuat bersama imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor berharap tanda-tanda awal varian Omicron mungkin ringan akan terbukti benar.

Dolar yang lebih kuat meningkatkan biaya emas bagi pembeli yang memegang mata uang lain, sementara imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian emas tanpa suku bunga.

Deputi gubernur bank sentral Inggris Ben Broadbent mengatakan pada Senin (6/12/2021) bahwa inflasi di Inggris mungkin "dengan nyaman melebihi" 5,0 persen pada April dan bahwa pasar tenaga kerja yang ketat di negara itu berisiko menjadi sumber inflasi yang lebih persisten.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa bunga.

Baca juga: Dolar menguat tipis, ditopang minimnya perkembangan negatif Omicron

Pasar keuangan, yang telah berjuang tahun ini untuk menguraikan sinyal kebijakan bank-bank sentral, menghadapi tantangan terbesar mereka pada Desember ketika dalam waktu 24 jam Federal Reserve, ECB dan bank sentral Inggris mengadakan pertemuan penting.

Para menteri keuangan zona euro tetap optimis pada Senin (6/12/2021) tentang prospek pertumbuhan ekonomi meskipun varian Virus Corona Omicron, dan mereka setuju untuk melanjutkan kebijakan fiskal yang cukup mendukung tahun depan.

Penjualan produk-produk emas Perth Mint pada November melonjak sekitar 94 persen dari bulan sebelumnya ke puncak delapan bulan, kata perusahaan pengolahan emas itu, Senin (6/12/2021).

SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya turun sekitar 0,2 persen menjadi 982,64 ton pada Senin (6/12/2021) dari 984,38 ton pada Jumat (3/12/2021).

Harga logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 22,31 dolar AS per ounce. Platinum stabil di 938.00 dolar AS dan paladium turun 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.849,19 dolar AS per ounce.

Baca juga: Harga minyak menguat Asia, di tengah redanya kekhawatiran Omicron

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar