Kementerian ESDM fokus eksplorasi cekungan migas di timur Indonesia

Kementerian ESDM fokus eksplorasi cekungan migas di timur Indonesia

Ilustrasi: Anjungan pengeboran Hakuryu 14 yang dioperasikan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Selat Makassar, untuk mengebor sumur eksplorasi PS-1X. ANTARA/HO-Aspri/am.

...eksplorasi terus ditingkatkan dengan upaya yang lebih besar
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia memfokuskan eksplorasi cekungan minyak dan gas (migas) ke lima area di timur Indonesia, yang diharapkan bisa mendukung pencapaian target satu juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030.

"Kementerian ESDM menugaskan tim eksplorasi yang dibantu oleh beberapa tenaga ahli berpengalaman di industri migas Indonesia untuk mengintegrasikan data daerah-daerah yang berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut, seperti Buton, Warin, Timor, Seram, dan Aru," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam diskusi virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Ego menyampaikan cadangan untuk lima lokasi prospektif tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 9,8 miliar barel setara minyak.

Per 19 Januari 2021 Kementerian ESDM mencatat cadangan terbukti di Indonesia mencapai 2,44 miliar barel minyak dan 43,6 triliun kaki kubik gas bumi.

Pemerintah lantas mendorong kontraktor migas untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi di daerah-daerah prospektif agar bisa memperkuat cadangan dan produksi migas di Indonesia.

Baca juga: Kementerian ESDM terjunkan tim eksplorasi cekungan migas

Kementerian ESDM juga mencatat ada 175 area kerja yang terdiri atas 96 area produksi dan 79 area eksplorasi per 31 Agustus 2021.

Ego mengungkapkan bahwa kontribusi transisi energi yang sekarang sedang dijalankan oleh Indonesia akan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan migas di dalam negeri. Namun dari sisi volume, pemanfaatan komoditas minyak dan gas bumi akan terus meningkat, salah satunya sebagai bahan baku industri.

Dalam konteks energi rendah karbon, lanjut dia, pemerintah memandang peran gas bumi sangat penting sebagai energi transisi sebelum dominasi bahan bakar fosil beralih ke energi terbarukan dalam jangka panjang.

Program transisi energi akan dilakukan dalam beberapa tahapan dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan, dan keberlanjutan.

"Untuk itu, eksplorasi terus ditingkatkan dengan upaya yang lebih besar," ujar Ego.

Baca juga: Menteri ESDM: RI butuh giant discovery migas, ada 68 potensi cekungan

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tiga strategi Kementerian ESDM capai net zero emission di 2060

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar