Sawah di Kalideres hasilkan 7,6 ton gabah

Sawah di Kalideres hasilkan 7,6 ton gabah

Para petani sedang beraktivitas di sawah kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (29/9/2021). ANTARA/Walda/am.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan sawah di kawasan Semanan, Kalideres menghasilkan gabah berkualitas bagus sebanyak 7,6 ton per hektar saat panen pada Desember 2021.

"Itu dari hasil ubinan itu mendapat 7,6 ton gabah per hektare. Kualitasnya lagi bagus-bagus," kata Kordinator Penyuluh Pertanian Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat Wahyudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Pemkot dorong petani Jakbar panen padi lebih cepat antisipasi banjir

Dia mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi sawah menghasilkan gabah berkualitas bagus, salah satunya cuaca dan tanah.

Wahyudi menuturkan proses panen gabah sedang berlangsung pada beberapa bidang sawah yang mencapai total luas sekitar dua haktare itu.

Proses panen pada seluruh bidang sawah diperkirakan Wahyudi akan selesai pada akhir Desember 2021.

"Sekarang beberapa sedang panen. Perkiraan Desember sudah panen semua dengan kualitas bagus," tutur dia.

Nantinya, Wahyudi menyebutkan hasil panen gabah tersebut dibagi dua, yakni untuk petani atau pemilik sawah dan buruh panen.

"Kalau sawahnya luas, petani biasanya manggil buruh panen dari kampung, contohnya dari Indramayu," tutur Wahyudi.

Wahyudi pun mengambil contoh, jika nantinya total panen gabah sebanyak enam ton, makan satu sampai dua ton akan diberikan kepada buruh tani sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Baca juga: Beras andalan dari barat Ibu Kota

Setelah pembagian selesai, maka gabah tersebut bisa langsung dijual ke pasar untuk selanjutnya diolah menjadi padi.

Wahyudi berharap selama Desember ini hujan besar tidak terjadi agar sawah tidak banjir dan merusak hasil panen.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Iwan Indriyanto, mendorong petani di wilayah Semanan untuk panen lebih guna mengantisipasi tingginya curah hujan di pertengahan Desember.

"Ini yang kami takutkan. Jangan sampai hujan deras dan terjadi banjir, karena bisa gagal panen," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemerintah Kota Jakarta Barat, Iwan Indriyanto, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/11).

Iwan menuturkan, curah hujan dan cuaca tidak bisa dikendalikan manusia, sehingga pihaknya berupaya mempercepat panen guna mengantisipasi hujan dengan intensitas lebih tinggi pada Desember.

"Polanya adalah panen secara bertahap, tidak sekaligus, untuk meminimalisir potensi kerusakan akibat banjir," kata Iwan.

Baca juga: Pemkot Jakbar pastikan para petani sudah divaksin

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Terus melonjak, kasus COVID-19 nasional bertambah 7.010 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar