Airlangga : Generasi muda game changer ekonomi era digital

Airlangga : Generasi muda game changer ekonomi era digital

Calon konsumen melihat produk fesyen di ponsel melalui sebuah aplikasi jual beli daring di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/12/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/tom.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa generasi muda menjadi game changer dalam membangun ekonomi di era digital.

“Saya berharap akan terlahir generasi muda berjiwa pemimpin yang berkarakter dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu menjadi game changer yang mampu merespon segala tantangan dan persoalan khususnya dalam upaya membangun perekonomian nasional di era digital saat ini,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menko Airlangga yang menyampaikan keynote speech dalam acara Latihan Kepemimpinan Nasional (LAKNAS) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut menyampaikan bahwa perubahan perilaku masyarakat ke arah Less Contact Economy diperkirakan akan berlanjut dan memiliki kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Baca juga: Presidensi G20, Menko Airlangga: RI dorong kerja sama sektor digital

Komposisi masyarakat juga akan didominasi oleh anak-anak muda, para digital-natives yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan akan menjadi penopang konsumsi global di masa depan. Berbagai studi seperti Google Temasek dan Bain and Company (2021) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 yang lalu, sekitar 350 juta orang penduduk di ASEAN telah memanfaatkan layanan ekonomi digital, dimana 60 juta diantaranya merupakan pelanggan baru sejak merebaknya pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut menjadi peluang khususnya bagi para Kader IPNU sebagai generasi muda untuk bersama-sama mempercepat akselerasi transformasi digital di berbagai sektor, sehingga dapat berkontribusi positif terhadap percepatan pemulihan ekonomi.

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan IPNU yang bersama-sama dengan seluruh tatanan masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan masyarakat yang berdaya saing. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ujarnya.

Baca juga: Akselerasi industri jadi showcase digitalisasi Making Indonesia 4.0

Potensi ekonomi digital Indonesia didukung oleh sejumlah faktor, antara lain total penduduk yang terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 191,08 juta atau 70,7 persen. Dari sisi digital user, jumlah mobile connection di negara saat ini mencapai 345,3 juta (125,6 persen dari total populasi) dengan rata-rata waktu yang dihabiskan orang untuk berselancar di internet selama 8 jam 52 menit. Selain itu, bonus demografi yang diproyeksikan akan dimiliki di tahun 2030, akan membuat mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi Z dan Milenial yang berusia 8-39 tahun.

“Ini artinya, para Kader IPNU sebagai generasi saat ini akan terlibat didalamnya. Kemampuan dan keunggulan digital-natives yang dimiliki generasi ini harus terus diasah," kata dia.

Adapun berbagai inisiatif dalam mendorong pemanfaatan ekonomi digital untuk kepentingan masyarakat telah dilakukan oleh pemerintah, seperti pembentukan Roadmap E-Commerce Indonesia 2017-2019, White Paper on Digital for Future Economy, Indonesia Digital Roadmap 2021-2024, Making Indonesia 4.0, Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025/BSPI 2025 dan Action Plan Inovasi Keuangan Digital 2020-2024.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bonus demografi potensi besar Indonesia jadi produsen ekonomi digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar