Kemenperinupayakan IKM mamin adopsi teknologi sesuai Industri 4.0

Kemenperinupayakan IKM mamin adopsi teknologi sesuai Industri 4.0

Menperin (ANTARA/HO/Kementerian Perindustrian)

siapapun di manapun, kapanpun, dapat bertransformasi dengan teknologi ini. Industri 4.0 memungkinkan teknologi untuk semua
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya agar Industri Kecil dan Menengah (IKM) khususnya di sektor makanan dan minuman (mamin), salah satunya IKM gula palma, mengadopsi teknologi sesuai implementasi Industri 4.0 sepanjang rantai nilai untuk meningkatkan hasil produksi dan pangsa pasar.

"Hal ini menunjukkan bahwa industri 4.0 bukan menara gading, karena siapapun di manapun, kapanpun, dapat bertransformasi dengan teknologi ini. Industri 4.0 memungkinkan teknologi untuk semua,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungannya ke IKM produksi gula palma KSU Nira Satria, Banyumas, Selasa.

Melalui keterangan tertulis ia menjelaskan hal itu sejalan dengan transformasi digital yang diinginkan Presiden Joko Widodo. Tidak harus dalam skala besar yang luar biasa, tapi bisa melalui sebuah koperasi di kaki Gunung Slamet.

“Ini memang langkah kecil, tapi bila diorkestrasikan dengan kebijakan, bisa memberi dampak luar biasa,” ujar Menperin Agus.

Terkait produk gula palma, dia menyatakan,  merupakan salah satu komoditas unggulan yang dihasilkan oleh IKM. Ekspor produk berbahan dasar nira kelapa/gula aren/gula siwalan tersebut mencapai 36,5 ribu ton dengan nilai 49,3 juta dolar AS pada 2019, dan meningkat menjadi 39,4 ribu ton dengan nilai 63,5 juta dolar AS di 2020.


Baca juga: Kemenperin dampingi IKM pangan implementasikan teknologi Industri 4.0


Indonesia merupakan negara pengekspor utama gula palma di dunia. Selain pasar ekspor, peluang di dalam negeri juga dinilai sama-sama menjanjikan.

Dalam rangka meningkatkan daya saing gula palma Indonesia di pasar global, terutama dalam hal efisiensi dan traceability, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) terus mendukung penerapan transformasi industri 4.0 bagi IKM gula palma.

“Rantai pasok gula palma yang cukup panjang, mulai dari penderes, perajin, hingga eksportir mampu menyerap banyak tenaga kerja, yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan perekonomian di daerah.” ucap Menperin.

Sehingga, kata dia, untuk menjaga pasar utamanya dari negara pesaing, kualitas gula palma harus diperhatikan dengan baik agar tetap terjamin. Demikian pula dalam proses produksi yang harus efisien dan mudah telusur.

Pada kesempatan ini, Menperin melakukan dialog dengan KSU Nira Satria yang diketuai oleh Nartam Andrea Nusa. IKM produsen gula palma tersebut sudah menerapkan sistem industri 4.0 pada proses produksinya. Upaya penerapan teknologi industri 4.0 di IKM gula palma dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan sistem informasi, bantuan sarana pendukung dalam penerapan sistem informasi, hingga pendampingan kepada IKM tersebut.

Baca juga: Kemenperin implementasikan industri 4.0 di IKM logam


"Meningkatnya produktivitas dan daya saing IKM mamin yang didukung dengan penerapan teknologi menunjukkan bahwa industri 4.0 tidak mengeliminasi lapangan kerja. Di sini, proses pembinaan dan pembelajaran pun berjalan beriringan,” ujar Menperin.

Plt. Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita menjelaskan, implementasi Industri 4.0 pada unit usaha gula palma meningkatkan traceability produk gula palma dari level pengepul ke IKM/koperasi.

Manfaat lainnya, IKM memiliki sistem informasi berbasis website pada proses bisnis gula palma, meliputi otomatisasi timbangan digital IKM/ koperasi yang terintegrasi secara real time ke cloud database berbasis IoT, warehouse management system di level pengepul dan IKM/koperasi, serta real time data collector dan monitoring untuk peningkatan efisiensi mesin produksi berbasis IoT.

"Diharapkan nantinya KSU Nira Satria dapat menjadi pilot project penerapan industry 4.0 tidak hanya pada industri gula palma tetapi juga pada agro industri lainnya yang memiliki rantai pasok panjang dengan pendekatan sentra IKM,” ujar Reni Yanita. 


Baca juga: Menperin sebut industri 4.0 dongkrak daya saing IKM

Baca juga: Kemenperin gencar fasilitasi transformasi IKMA menuju Industri 4.0

 

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dekranasda Kalteng kembangkan kerajinan getah nyatu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar