Pemkot Jaksel "jemput bola" layanan rekam e-KTP bagi 55.770 siswa

Pemkot Jaksel "jemput bola" layanan rekam e-KTP bagi 55.770 siswa

Sejumlah siswa SMAN 8 Jakarta menerima sertifikat bukti perekaman KTP elektronik (e-KTP)  dari Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan memaksimalkan layanan "jemput bola" perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) bagi 55.770 siswa yang telah menginjak usia 17 tahun.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan Abdul Haris di Jakarta, Selasa, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah merekam data e-KTP bagi 1.317 siswa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.006 adalah siswa di antaranya berasal dari Jakarta Selatan, sementara 311 siswa lainnya berasal dari Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan luar DKI.

"Jumlah total pelajar yang menginjak usia 17 tahun sebanyak 55.770 siswa. Itu kita terus jemput bola tiada henti sampai semua terekam," kata Haris.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Jakarta Selatan Agus Sudono menyebutkan bahwa layanan tersebut merupakan antisipasi sebelum pemilihan umum berlangsung.

"Ini kita kerja lebih awal agar nantinya tidak grabak grubuk seperti kejadian yang selama ini kita lihat. Kita antisipasi untuk meminimalisir pendataan warga Jakarta Selatan. Kita kerja bareng dan menyikapi nya penting untuk tahapan pemilu di 2024," tutur Agus.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji menyampaikan keterangannya kepada wartawan di SMAN 8 Jakarta, Selasa (7/12/2021). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan


Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan kepemilikan e-KTP bagi siswa yang sudah menginjak usia 17 tahun akan berpotensi menentukan nasib bangsa melalui pemilihan umum (Pemilu) beberapa waktu mendatang.

Tidak itu saja, dia menambahkan e-KTP juga memudahkan para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Dengan memiliki e-KTP adik-adik bisa berpartisipasi politik dan ikut menentukan praktik demokratisasi di level paling kecil. Pemilihan RW misalnya dan yang lebih tinggi pilpres, pileg dan pilkada," ujarnya.

Setelah memiliki KTP, Isnawa mengungkapkan para siswa pun mempunyai kesempatan memilih dan dapat berkontribusi membangun pendidikan politik di wilayah.

"Sekarang luar biasa pelayanannya dari Dukcapil yang responsif langsung. Bahkan warga di kontak mau dianter ke rumah apa diambil ke kelurahan," ucap Isnawa.

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dispendukcapil Ngawi jemput bola perekaman KTP-el di sekolah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar