Liga Jerman

DFB denda Jude Bellingham Rp647 juta karena komentari kinerja wasit

DFB denda Jude Bellingham Rp647 juta karena komentari kinerja wasit

Ekpsresi kecewa Jude Bellingham (kanan) setelah Borussia Dortmund dikalahkan Bayern Muenchen dalam pertandingan Bundesliga pada 5 Desember 2021. ANTARA/REUTERS/WOLFGANG RATTAY

Untuk laga terbesar di Jerman, ditugasi seorang wasit yang sebelumnya pernah tersangkut kasus pengaturan skor. Apa yang bisa diharapkan?
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah mendenda gelandang Borussia Dortmund Jude Bellingham sebesar 40.000 euro (sekitar Rp647 juta) karena melontarkan komentar kontroversial kepada wasit Felix Zwayer menyusul kekalahan timnya oleh Bayern muenchen pada Minggu (05/12).

Zwayer sendiri telah menolak permintaan penalti Dortmund sebelum memberikan hadiah penalti kepada Bayern karena Mats Hummel melakukan handball.

Robert Lewandowski mencetak gol dari titik putih untuk memberi Bayern kemenangan 3-2 dan keunggulan empat poin di puncak klasemen Bundesliga.

Baca juga: Lewandowski dwigol, Bayern menangi drama Der Klassiker di Dortmund

Usai pertandingan, Bellingham mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit tersebut.

"Anda dapat melihat banyak keputusan dalam permainan. Untuk laga terbesar di Jerman, ditugasi seorang wasit yang sebelumnya pernah tersangkut kasus pengaturan skor. Apa yang bisa diharapkan?” ujar gelandang timnas Inggris tersebut.

DFB dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Reuters pada Selasa mengatakan: "Pengadilan olahraga menganggap pernyataan Bellingham sebagai 'perilaku tidak sportif' dan menghukum pemain nasional Inggris itu dengan denda."

Baik Dortmund dan Bellingham telah menerima keputusan DFB.

Nama Zwayer pernah masuk dalam skandal pada 2005 yaitu menerima suap sebesar 300 euro untuk pengaturan skor dalam pertandingan SV Wuppertal vs Werder Bremen.

Zwayer menerima uang tersebut dari asisten wasitnya saat itu, Robert Hoyzer yang kemudian dihukum penjara dua setengah tahun.

Sedangkan Zwayer hanya dihukum larangan memimpin laga selama 6 bulan karena buka suara soal kelakukan Hoyzer.

Baca juga: Klasemen Liga Jerman: Bayern kukuh di pucuk usai menangi Der Klassiker
Baca juga: Borussia Dortmund tertarik boyong adik Jude Bellingham

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar