Wenny: Harapan jadi negara pertama bebas COVID-19 cukup beralasan

Wenny: Harapan jadi negara pertama bebas COVID-19 cukup beralasan

Ilustrasi -Seorang tenaga kesehatan memperlihatkan kartu vaksinasi COVID-19 usai mengikuti vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (29/1/2021). ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww.

Jakarta (ANTARA) -
Anggota Komisi IX DPR Wenny Haryanto mengatakan harapan Indonesia bisa menjadi negara pertama yang bebas dari wabah virus COVID-19 cukup beralasan.
 
Wenny Haryanto dalam keterangannya diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan salah satu alasannya karena situasi pandemi COVID-19 di tanah air cukup kondusif.
 
Kemudian, kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah masuknya varian baru Omicron juga begitu ketat.
 
"Kalau melihat dari kondisi kasus COVID-19 yang terus menurun, kemudian juga Omicron belum kelihatan ada, jadi ya cukup kondusif. Mudah-mudahan jadi negara pertama bebas COVID-19 bisa terwujud," kata dia.

Baca juga: Pelaku perjalanan domestik Tahun Baru wajib vaksin dan bebas COVID-19
 
Per Selasa 7 Desember, kasus aktif COVID-19 di Indonesia tersisa 5.466. Sudah lebih dari sebulan, penambahan kasus konsisten di bawah 500, sedangkan angka kesembuhan lebih besar.
 
Di sisi lain, pemerintah terus menggalakkan program vaksinasi nasional untuk menciptakan kekebalan kelompok. Per Selasa, lebih dari 143 juta jiwa sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan lebih dari 99 juta mendapatkan vaksin dosis kedua.
 
Wenny mengatakan kebijakan pemerintah mencegah masuknya varian baru COVID-19 cukup tegas. Warga asing yang tidak mengantongi hasil tes PCR negatif COVID-19 bisa dipulangkan ke negara asal.
 
Menurut dia, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan. Kesadaran menerapkan protokol kesehatan juga bisa mendukung keinginan Indonesia segera keluar dari pandemi.
 
"Saya ngerinya sekarang orang kecenderungannya mulai santai," ucap Wenny.

Baca juga: Wali kota: WSBK bebas klaster COVID-19, PTM bisa 100 persen
 
Apalagi, lanjut dia, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyebut Omicron tidak berbahaya. Wenny khawatir pernyataan itu malah membuat masyarakat lengah.
 
Selain prokes 5M, Wenny menilai kebijakan pemerintah memperketat pintu masuk harus ditaati petugas di lapangan.
 
"Pencegahan WNA yang tidak disiplin, yang tidak melaksanakan persyaratan masuk Indonesia itu juga penting," kata dia.

Kemudian, menurut dia vaksinasi COVID-19 juga perlu terus berjalan hingga menjangkau pelosok wilayah Indonesia.
 
"Supaya herd immunity bisa tercapai, kalau 70 persen masyarakat sudah divaksin semua, otomatis terbentuk," kata Wenny.

Baca juga: 31 kelurahan di Kota Kupang sudah bebas kasus positif COVID-19

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres pastikan tahapan Pemilu 2024 sesuai prokes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar