BAKTI dorong inklusivitas internet di Indonesia

BAKTI dorong inklusivitas internet di Indonesia

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif, saat acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 "Aksesibilitas untuk Disabilitas", di GBK Arena, Jakarta, Rabu (8/12). ANTARA/Natisha Andarningtyas.

Jakarta (ANTARA) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi mendukung inklusivitas internet di teknologi bagi semua orang, termasuk juga bagi penyandang disabilitas.

"Seringkali saudara-saudara penyandang disabilitas luput dari orientasi sasaran program. Inilah yang tidak boleh terjadi dalam hal transformasi digital," kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, saat acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 "Aksesibilitas untuk Disabilitas", di GBK Arena, Jakarta, Rabu.

Institusi yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika ini sedang membangun infrastruktur telekomunikasi terutama di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal atau lebih sering disebut sebagai 3T.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi dipercepat agar bisa selesai pada 2022 nanti, dari perkiraan semula pada 2032. Percepatan pembangunan infrastruktur ini juga dalam rangka akselerasi transformasi digital nasional.

Pemerintah berkomitmen tidak ada satu orang pun yang tertinggal dalam agenda transformasi digital ini.

Hingga 2022, BAKTI berencana membangun menara base transceiver station (BTS) 4G di 7.904 titik di daerah 3T. Dari total BTS yang akan dibangun tersebut, terdapat 5.204 lokasi berada di di Papua dan Papua Barat atau sekitar 65 persen dari total menara BTS.

Pada periode 2015 hingga 2020, BAKTI sudah menyelesaikan pembangunan menara BTS di 1.682 titik.

BAKTI juga sudah menggelar jaringan tulang punggung infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring sepanjang 12.283 kilometer, baik berupa kabel darat maupun kabel laut.

Selain Palapa Ring, BAKTI sedang menggarap satelit multifungsi SATRIA-1 agar lokasi yang sulit dijangkau kabel serat optik bisa mendapatkan akses internet. Satelit ini ditargetkan bisa mengorbit pada 2023 nanti.

Selain menggelar infrastruktur telekomunikasi, badan tersebut menyediakan akses internet gratis untuk fasilitas publik, termasuk Puskesmas, sekolah, kantor kelurahan dan desa.

Saat ini ada 11.649 titik yang mendapatkan akses internet dari BAKTI.

Baca juga: Pemerintah fokus kuatkan jaringan middle mile setelah BTS 4G daerah 3T

Baca juga: Pembangunan BTS di daerah 3T prioritaskan energi berkelanjutan

Baca juga: BAKTI resmikan jaringan internet 4G di Desa Sawyatami Papua

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkumham ingatkan petugas imigrasi selektif terbitkan paspor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar