Djarum targetkan tanam 15.000 trembesi di JTTS kurangi emisi karbon

Djarum targetkan tanam 15.000 trembesi di JTTS kurangi emisi karbon

Penanaman pohon trembesi oleh Djarum Fondation bersama Hutama Karya dan Pemprov Lampung di salah satu lokasi di Jalan Tol Trans Sumatra. Rabu (8/12/2021). ANTARA/Dian Hadiyatna

Djarum sejak tahun 2010 telah menanam trembesi di Pantura, Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), Madura, dan Tol Trans Sumatra dengan jumlah pohon yang tertanam 50.750 pohon.
Bandarlampung (ANTARA) - Djarum Foundation menargetkan penanaman 15.000 pohon trembesi di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dari ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar hingga ruas tol Terbanggi Besar- Kayu Agung guna mengurangi emisi karbon.

"Penanaman pohon ini merupakan bentuk komitmen Bakti Lingkungan Djarum Foundation guna mendukung penghijauan lingkungan sekaligus mengurangi emisi karbon di Indonesia," kata Vice President Direcror Djarum Foundation FX Supanji di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan penanaman 8.728 bibit pohon trembesi di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, yang merupakan salah satu jenis tanaman yang memilki daya serap karbon cukup tinggi.

"Tahun depan kita harapkan 15.000 pohon trembesi di JTTS dapat tertanam semua guna menghijaukan jalan tol," katanya.

Upaya mendukung penghijaun dengan melakukan penanaman pohon oleh Djarum telah dilakukan sejak 2010, dimana tanaman trembesi pun telah ditanam di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura), Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), Mdura, dan Tol Trans Sumatra dengan jumlah pohon yang tertanam sebanyak 150.750 pohon.

Dia menjelaskan bahwa penanaman trembesi di JTTS ini sejalan dengan pembangunan Tol Trans Sumatra sebagai proyek strategis pemerintah. Penanaman trembesi di jalan padat lalu lintas utamanya jalan tol, penting sebagai langkah antisipatif untuk mereduksi karbon.

"Penanaman trembesi ini, selain untuk menghijaukan ruas tol, juga guna mendukung pencapaian target nationally determined carbon (NDC). Dimana Indonesia sendiri menargetkan penurunan emisi 26 persen, dengan harapan, emisi karbon yang dihasilkan kendaraan beracun dapat terserap dan membantu menyerap air sehingga mengurangi resiko banjir," kata dia.

Direktur Jendral Pengendalian dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi, mengapresiasi penanaman trembesi yang dilakukan oleh Djarum Fondation yang simultan dengan pembangunan Tol trans Sumatera.

"Harapannya penanaman pohon trembesi ini dapat ditanamkan disepanjang jalan tol Trans Sumatera hingga Aceh sehingga dapat menyerap emisi karbon dari kendaraan yang melintas," ujarnya

Menurutnya, penanaman pohon trembesi ini dapat membantu menurunkan target NDC sebab guna menurunkan emisi gas rumah kaca memang diperlukan kebersamaan

"Hal ini sesuai dengan pesan pesan Presiden Joko Widodo terkait sektor swasta juga memiliki peran strategis dalam reduksi karbon, maka harus dilanjutkan dan di replikasi pihak lainnya," kata dia.

Sementara itu, Branch Manager JTTS Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Hanung Hanindito mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Djarum di jalan tol, sejalan dengan visi misi perusahaan.

"PT Hutama Karya (HK) memiliki visi misi pembangunan harus dilakukan secara holistik dan tidak memberikan dampak negatif bpada lingkungan. Sehingga kami pun berharap penanaman trembesi dapat terus dilakukan sehingga bisa menjadi peredam emisi dan peneduh bagi lingkungan sekitar jalan tol," kata dia.
Baca juga: Pemerintah telah gelontorkan Rp10,89 triliun untuk Tol Trans Sumatera
Baca juga: Progres 74 persen, Tol Pekanbaru-Bangkinang fungsional akhir 2021
Baca juga: Hutama Karya usulkan PMN 2022 Rp31,35 triliun untuk Tol Trans Sumatera

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah tambah PMN untuk percepat Tol Trans Sumatera

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar