Rupiah lanjut menguat, ditopang redanya kekhawatiran Omicron

Rupiah lanjut menguat, ditopang redanya kekhawatiran Omicron

Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa.

Jelas mood risk on sentimen masih mendominasi setelah kekhawatiran Omicron mereda. Investor lebih condong ke aset dan mata uang berisiko seperti rupiah dan menghindari safe haven
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup menguat, masih didukung meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap varian Omicron.

Rupiah sore ini ditutup menguat 21 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.357 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.378 per dolar AS.

"Jelas mood risk on sentimen masih mendominasi setelah kekhawatiran Omicron mereda. Investor lebih condong ke aset dan mata uang berisiko seperti rupiah dan menghindari safe haven," kata Analis DC Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Lukman, sentimen varian Omicron diperkirakan masih akan bertahan paling tidak sepekan mendatang.

Dari domestik, pembatalan penerapan PPKM Level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru oleh pemerintah juga menjadi katalis positif bagi rupiah meski tidak signifikan.

"Sedikit banyak ada. Namun tetap faktor terbesar ada pada eksternal yakni Omicron," ujar Lukman.

Baca juga: Saham Asia lanjutkan kenaikan, seiring berita positif dampak Omicron

Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru secara merata pada semua wilayah, melainkan memberlakukan sejumlah pengetatan.

Penerapan level PPKM selama Natal dan Tahun Baru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Selasa (7/12) kemarin mencapai 261 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,26 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 17 kasus sehingga totalnya mencapai 143.893 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 420 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,11 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 5.466 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 143,29 juta orang dan vaksin dosis kedua 99,83 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.346 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.320 per dolar AS hingga Rp14.362 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu ditutup menguat ke posisi Rp14.348 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.408 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah bergerak menguat seiring pembatalan PPKM Level 3
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dinas Koperasi Ternate apresiasi penurunan biaya sertifikasi halal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar