OJK NTB analisa dampak bencana alam terhadap nasabah perbankan

OJK NTB analisa dampak bencana alam terhadap nasabah perbankan

Sejumlah pekerja memindahkan kerajinan tangan terbuat dari akar kayu yang terendam banjir di Desa Meninting, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (7/12/2021). ANTARA/Awaludin

Kami juga memantau seperti apa dampaknya kepada nasabah, kemudian nanti kami tanyakan ke masing-masing bank bagaimana kondisi nasabah mereka
Mataram (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat melakukan analisa dampak bencana alam terhadap nasabah perbankan di beberapa kabupaten/kota yang dilanda banjir dan tanah longsor pada Senin (6/12).

"Kami juga memantau seperti apa dampaknya kepada nasabah, kemudian nanti kami tanyakan ke masing-masing bank bagaimana kondisi nasabah mereka," kata Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, di Mataram, Rabu.

Menurut dia, dampak banjir dan tanah longsor tidak menyeluruh karena hanya terjadi di beberapa wilayah, namun jika memang ada nasabah yang terpengaruh, maka kebijakan ada di masing-masing perbankan untuk melakukan relaksasi.

OJK, kata Rico, juga belum mengeluarkan kebijakan secara khusus terkait penanganan nasabah terdampak banjir dan tanah longsor di NTB, karena daerah terdampak hanya di beberapa lokasi saja.

"Kalau kebijakan secara khusus belum dulu karena dampaknya di beberapa titik, tidak keseluruhan seperti gempa bumi yang sebagian besar wilayah di NTB terdampak," ujarnya.

Banjir melanda enam kabupaten/kota di Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa, NTB, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur, sedangkan di Pulau Sumbawa, hanya di Kota Bima.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, tercatat sebanyak 5.879 keluarga terdampak banjir di Kabupaten Lombok Barat. Semuanya tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Batulayar, Gunungsari, Lingsar, dan Sekotong.

Bencana alam tersebut menyebabkan lima korban jiwa, delapan orang mengalami luka, dan 1.880 jiwa mengungsi ke tempat aman.

Sementara banjir di Kota Bima, menyebabkan sebanyak 7.815 keluarga terdampak. Semuanya tersebar di 20 kelurahan. Sedangkan di Kabupaten Lombok Tengah, sebanyak 659 keluarga terdampak banjir yang terjadi di Desa Kuta, dan Pengembur.

Di Kabupaten Lombok Timur, dua kecamatan dilanda banjir, yakni Kecamatan Pringgabaya, dan Jerowaru. Banjir juga terjadi di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, dan beberapa wilayah di Kota Mataram, yang menyebabkan ratusan warga terdampak.

Baca juga: OJK NTB pastikan restrukturisasi kredit terdampak COVID sudah berjalan

Baca juga: OJK: pertumbuhan kinerja perbankan di NTB luar biasa

Baca juga: OJK: Perbankan syariah tumbuh luar biasa di NTB

 

Pewarta: Awaludin
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mengapresiasi ‘Eksotisme Lombok’ selama Maret

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar