Dinkes DKI belum temukan varian Omicron di Jakarta

Dinkes DKI belum temukan varian Omicron di Jakarta

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Kementerian Kesehatan mencatat cakupan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekurang-kurangnya 40 persen populasi pada akhir 2021, dengan pencapaian vaksinasi hingga 14 November 2021 tercatat dari 208,2 juta target sasaran, sebanyak 215,6 juta dosis vaksin sudah diberikan kepada 130,3 juta orang untuk dosis pertama dan 83,1 juta orang untuk dosis kedua, sedangkan vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan sudah diberikan sebanyak 1,19 juta orang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta belum menemukan varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron di Ibu Kota, berdasarkan hasil klarifikasi terakhir ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada Rabu sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyampaikan, pihaknya secara aktif melakukan pemeriksaan "Whole Genome Sequencing" (WGS) setiap hari untuk mendeteksi varian virus corona.

"Setidaknya sudah 2.500 spesimen diperiksa dan 40 persen di antaranya adalah 'variant of concern' dan sejauh ini tidak ditemukan varian Omicron. Pemeriksaan WGS dilakukan di Litbangkes Kemenkes RI dengan beberapa lab WGS jejaring Litbangkes di DKI Jakarta," kata Widyastuti di Jakarta, Rabu.

Dinkes DKI Jakarta mendapatkan hasil pemeriksaan WGS melalui Litbangkes Kemenkes RI secara periodik, tetapi sampai saat ini belum ditemukan varian Omicron.

"Karena itu, atas beredarnya informasi di media sosial dan media massa bahwa ditemukan empat kasus varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron berdomisili di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dapat dikatakan hoaks," tutur dia.

Pada pekan lalu ditemukan klaster kasus positif dari perjalanan luar negeri yang kemudian sudah dilakukan pemeriksaan WGS dan tes, lacak fan isolasi yang akurat, akan tetapi hasil WGS bukan merupakan Omicron.

Dinkes DKI Jakarta juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan perpanjangan karantina pelaku perjalanan luar negeri selama 10 hari dan 14 hari untuk mencegah penyebaran varian baru Omicron.

"Penguatan surveilans WGS dan 3T terus ditingkatkan, selain upaya 6M dan vaksinasi yang optimal," kata Widyastuti.
Baca juga: Kabupaten Bekasi pastikan belum ada penularan Omicron di wilayahnya
Baca juga: Kemenkes nyatakan temuan Omicron di Bekasi tidak benar

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dinkes DKI: Sekolah jadi sentra vaksinasi anak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar