Hobi baca, Erick Thohir senang mengoleksi buku-buku tua

Hobi baca, Erick Thohir senang mengoleksi buku-buku tua

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dalam acara talkshow Sarinah Jakarta Content Week 2021 di Jakarta, Kamis (8/12/2021). ANTARA/Aji Cakti

Sampai hari ini saya masih mengoleksi buku-buku tua, karena menurut saya itulah bagian dari kekuatan daripada manusia, bagaimana itu menjadi sebuah nilai yang sangat berharga
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir sampai saat ini masih mengoleksi buku-buku tua karena hobi dan kesenangannya membaca.

"Sampai hari ini saya masih mengoleksi buku-buku tua, karena menurut saya itulah bagian dari kekuatan daripada manusia, bagaimana itu menjadi sebuah nilai yang sangat berharga," kata Erick dalam acara talkshow Sarinah Jakarta Content Week di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, membaca itu bagaimana bisa meresapi bahkan juga hanyut ke dalam sebuah bacaan.

"Saya merasa saya bisa seperti hari ini, karena dua hal. Pertama memang saya sedari kecil hobinya membaca, dan yang membedakan baca dengan menonton serta mendengar kalau versi saya membaca itu lebih menyerap dan merekam dibandingkan visual yang kadang-kadang kita karena kecepatannya cepat sehingga kadang-kadang kita hanya mengambil intisarinya saja," katanya.

Sebelum menjadi narasumber acara talkshow, Erick Thohir terlihat mengunjungi beberapa booth di acara Sarinah Jakarta Content Week 2021 yang berlangsung di Gedung Sarinah, Jakarta.

"Saya tadi di Frankfurter Buchmesse agak lama dibandingkan booth-booth lainnya, karena saya enjoy, saya senang banget buku. Dan di situlah kita bisa mengambil banyak pelajaran atau inspirasi yang bisa kita terapkan dalam kehidupan juga," kata Erick.

Sebelumnya Erick Thohir mengatakan, membaca bukan sekadar mampu mengeja huruf, namun kemampuan untuk mencerna pesan, berpikir luas, logis, dengan banyak perspektif dan imajinasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Erick saat mengantarkan buku, rak buku serta peralatan mewarnai dan menggambar kepada anak-anak Desa Cikuya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Buku, rak buku, dan peralatan mewarnai serta menggambar merupakan bantuan dari CSR BRI Peduli.

Erick Thohir mencoba belajar memahami tantangan yang dihadapi oleh para guru baca tulis, tutur kisah dan imajinasi di Desa Cikuya.

"Hormat saya pada pahlawan literasi, yang senantiasa bekerja dengan hati. Terimakasih telah mendekatkan anak-anak Indonesia pada buku dan ilmu," katanya.

Baca juga: Erick Thohir antarkan buku dan alat gambar ke anak-anak Desa Cikuya

Baca juga: Erick luncurkan buku "Akhlak untuk Negeri"

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

22 Wabin Lapas Gorontalo ikuti program pembinaan baca tulis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar