Saham Aussie turun tertekan penambang, Sydney Airport batasi kerugian

Saham Aussie turun tertekan penambang, Sydney Airport batasi kerugian

Dokumentasi - Seorang investor melihat papan yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Australia (ASX) di Sydney, Australia, Senin (17/7/2017). ANTARA/REUTERS/Steven Saphore/am.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia melemah pada awal perdagangan Kamis, terseret kemerosotan sektor pertambangan setelah harga baja turun karena permintaan hilir melambat, namun kenaikan Sydney Airport setelah regulator menyetujui pembelian saham pengendali mengimbangi beberapa kerugian.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia turun 0,10 persen menjadi diperdagangkan di 7.394,90 poin pada pukul 11.56 GMT. Indeks acuan telah melonjak 1,3 persen pada Rabu (8/12/2021).

Sydney Airport terangkat 3,0 persen, merupakan salah satu yang memperoleh keuntungan tertinggi pada indeks acuan, setelah regulator persaingan usaha negara itu menyetujui pengambilalihan 23,6 miliar Australia (16,92 miliar dolar AS) saham pengendali.

Di antara sub indeks, saham sektor pertambangan merosot 0,6 persen, dengan kelas berat BHP Group, Rio Tinto dan Fortescue Metals semuanya turun antara 0,7 persen dan 1,3 persen.


Baca juga: Saham Australia ditutup melonjak, Indeks ASX 200 terangkat 1,25 persen


Mereka mengikuti penurunan harga baja tahan karat berjangka China, yang turun ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada Rabu (8/12/2021).

Pengembang lithium Vulcan Energy adalah titik terang, melonjak lebih dari 11 persen setelah mengamankan Volkswagen sebagai pelanggan industri mobil tambahan untuk lithium hidroksida ramah lingkungan buat baterai otomotif.

Saham-saham terkait emas melemah 0,56 persen dipimpin oleh Ora Banda Mining Ltd yang anjlok 5,97 persen, diikuti oleh Auteco Minerals Ltd terpangkas 5,63 persen.


Baca juga: Saham Australia dibuka menguat didukung sektor pertambangan dan energi

Saham sektor energi berkurang 0,52 persen, dengan Beach Energy Ltd jatuh 2,17 persen, memimpin penurunan. Sementara kelas berat Woodside Petroleum turun 0,7 persen.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 melemah 0,50 persen menjadi diperdagangkan di 12.803,62 poin. Persentase kerugian teratas adalah Synlait Milk Ltd yang merosot 3,46 persen, diikuti oleh Fisher & Paykel Healthcare Corporation Ltd yang turun 2,18 persen.


Baca juga: Saham Australia berakhir lebih tinggi setelah RBA menahan suku bunga
Baca juga: Saham Australia berakhir lebih tinggi setelah RBA menahan suku bunga

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar