AS izinkan penggunaan obat antibodi COVID-19 buatan AstraZeneca

AS izinkan penggunaan obat antibodi COVID-19 buatan AstraZeneca

Arsip - Logo AstraZeneca terlihat di luar kantor pusat perusahaan itu Amerika Utara di Wilmington, Delaware, AS, Maret 2021. (ANTARA/Reuters) (ANTARA/Reuters)

Bengaluru (ANTARA) - Badan pengawas dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) pada Rabu (8/12) mengatakan pihaknya telah mengizinkan penggunaan campuran antibodi buatan AstraZeneca untuk mencegah infeksi COVID-19.

Obat tersebut diizinkan digunakan bagi orang yang sistem imunitasnya lemah atau yang pernah mengalami dampak parah setelah disuntik vaksin virus corona.

Sementara vaksin bergantung pada sistem kekebalan yang utuh untuk dapat mengembangkan antibodi dan sel penangkal infeksi, obat yang dikembangkan AstraZeneca itu, Evusheld, mengandung antibodi buatan laboratorium.

Antibodi buatan laboratorium tersebut dirancang untuk bertahan di dalam tubuh selama berbulan-bulan guna melawan virus jika infeksi terjadi.

"Vaksin sudah terbukti menjadi pertahanan terbaik yang tersedia untuk melawan COVID-19," kata Patrizia Cavazzoni, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.

FDA mengatakan bahwa penggunaan Evusheld bukan merupakan pengganti vaksi bagi orang-orang yang disarankan untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Sumber:Reuters

Baca juga: Koktail antibodi COVID-19 AstraZeneca dapat izin awal dari Australia
Baca juga: Koktail antibodi AstraZeneca sukses obati COVID-19 dalam uji akhir

 

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kaum perempuan Afghanistan protes pembekuan aset negara oleh AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar