Kemenparekraf nilai tren "staycation" bukti pariwisata telah bangkit

Kemenparekraf nilai tren "staycation" bukti pariwisata telah bangkit

Ilustrasi (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai tren berlibur dengan tinggal di hotel atau staycation yang tengah digandrungi masyarakat selama pandemi COVID-19 merupakan bukti bahwa sektor pariwisata, khususnya perhotelan telah bangkit.

"Ini sebetulnya satu hal memberikan bukti bahwa industri pariwisata itu bisa bangkit di kala pandemi dan juga ini mendorong perekonomian dan juga masyarakat bisa menilainya, yuk berwisata kembali dimulai dari titik terdekat," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya dalam acara virtual, Kamis.

Baca juga: 3 Indonesia hadirkan program BonsTri Staycation jelang akhir tahun

Menurut Nia, saat ini tren masyarakat dalam berlibur telah berubah. Mereka lebih memilih tempat berlibur yang nyaman dan menerapkan protokol kesehatan tinggi. Staycation dianggap memenuhi dua hal tersebut.

Selain itu, dikatakan Nia, liburan ala staycation juga meminimalisir potensi keramaian, penggunaan transportasi umum dalam jumlah besar, dan mobilitas masyarakat ke luar daerah.

"Dari segi jarak ini tidak jauh, yang penting mereka akan mendapatkan pengalaman yang berbeda, karena saya kira esensi dari sebuah perjalanan wisata yaitu untuk mendapatkan pengalaman," kata dia.

Nia pun mengapresiasi hotel-hotel yang sangat kreatif dalam memberikan ragam aktivitas kepada para tamu yang melakukan staycation.

Ketua Umum Himpunan Humas Hotel Jakarta Marlene Danusutedjo mengatakan bahwa sudah banyak hotel yang mengantongi sertifikat penerapan protokol kesehatan berbasis Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Keberlanjutan Lingkungan (CHSE) sehingga aktivitas staycation menjadi semakin aman dan nyaman.

"Kami meyakinkan para tamu bahwa staycation ini bisa dilakukan dengan aman dan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Marlene menilai staycation merupakan pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin berlibur di tengah pandemi COVID-19.

"Staycation memang pilihan yang sangat tepat, jadi tidak usah terlalu jauh dari tempatnya tinggal tetapi juga mendapatkan situasi yang refreshing," kata dia.

Sementara itu, influencer Andre Binarto menyarankan masyarakat yang ingin melakukan staycation untuk memilih hotel yang telah memiliki sertifikat CHSE agar pengalaman liburan semakin aman dan menyenangkan.


Baca juga: Workcation, tren kerja rasa liburan di era kenormalan baru

Baca juga: Konser virtual bertema "staycation" digelar Desember

Baca juga: Survei: Pemesanan wisata domestik meningkat dua kali lipat

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PHRI: Pembatalan PPKM Level 3 peluang tingkatkan kunjungan hotel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar