Wamen tegaskan kontribusi BUMN dalam rehabilitasi mangrove

Wamen tegaskan kontribusi BUMN dalam rehabilitasi mangrove

Penanaman mangrove yang jadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)/Corporate Social Responsibility (CSR) Pelindo bekerjasama dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) di Pantai Duta, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021). ANTARA/Ade Irma Junida.

Target percepatan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare harus diselesaikan pada 2021-2024 sesuai Perpres 120 Tahun 2021 tentang BRGM
Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Mansury menegaskan kontribusi BUMN dalam program percepatan rehabilitasi mangrove yang ditargetkan mencapai 600 ribu hektare hingga 2024 mendatang.

"Saat ini BUMN miliki program penanaman mangrove, dan telah berhasil melakukan penanaman sebanyak 296.196 (anakan/batang) mangrove," katanya dalam sambutannya secara virtual dalam acara penanaman mangrove di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis.

Pahala menuturkan partisipasi BUMN melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)/Corporate Social Responsibility (CSR) telah ikut berkontribusi mendorong kebutuhan lahan mangrove yang belum jadi prioritas BUMN.

Menurut dia, BUMN sebagai agen pembangunan dan pionir dalam berbagai kemajuan di berbagai sektor juga punya peran penting untuk turut serta melakukan perbaikan ekosistem mangrove.

"Target percepatan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare harus diselesaikan pada 2021-2024 sesuai Perpres 120 Tahun 2021 tentang BRGM," katanya.

Pahala menuturkan program penanaman mangrove diharapkan tidak hanya menguatkan program TJSL BUMN terhadap lingkungan hidup tapi juga mendukung program CSR di bidang lain seperti pendidikan.

Di sisi lain, program tersebut juga diharapkan turut mendukung program pengurangan emisi karbon demi menuju ekonomi hijau (green economy) sebagaimana digaungkan dalam COP26 di Glasgow.

"Kami selalu imbau kita sama-sama dukung percepatan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare di seluruh provinsi di Indonesia, bersama-sama juga dengan lembaga dan institusi lainnya," pungkas Pahala.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melakukan penanaman mangrove di Probolinggo, Jawa Timur, dalam upaya mempercepat rehabilitasi kawasan mangrove nasional, Kamis.

Program penanaman mangrove itu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)/Corporate Social Responsibility (CSR) bekerjasama dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves).

Indonesia memiliki potensi mangrove yang sangat luas, sekitar 3,9 juta hektare atau sekitar 21 persen dari total luas mangrove di dunia. Sayangnya, berdasarkan data Satu Peta Mangrove, sebanyak 19,62 persen diantaranya atau seluas 637.624 hektare berada dalam kondisi kritis. Sementara sisa 2,7 juta hektare lahan mangrove masih dalam kondisi baik.

Baca juga: Pelindo rehabilitasi lahan mangrove di Probolinggo Jatim
Baca juga: Menko Luhut: Indonesia akan pamerkan mangrove ke pemimpin G20
Baca juga: BRGM berharap kawasan mangrove Mempawah jadi lokasi wisata

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komoditas pertanian Riau sumbang 5,5 juta ton untuk ekspor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar