Rusia Serukan Pemerintah dan Pemberontak Libya Berunding

Rusia Serukan Pemerintah dan Pemberontak Libya Berunding

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi. (FOTO ANTARA/REUTERS/Louafi Larbi)

Almaty (ANTARA News/Reuters) - Rusia, Jumat menyerukan pemerintah Muammar Gaddafi dan pemberontak Libya secepat mungkin dan menekankan penentangan Moskow camour tangan asing di Suriah atau negara-negara lain kawasan itu.

Dalam pernyataan-pernyataan yang mencakup berbagai bidang di Kazakhstan, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov juga mengatakan Iran harus melakukan "perundingan yang serius" dengan negara-negara internasional untuk menghilangkan kecemasan-kecemasan bahwa negara itu mungkin sedang berusaha membuat senjata-senjata nuklir, kata kantor-kantor berita Rusia.

Ia mengatakan perundingan-perundingan Rusia dengan Barat menyangkut kerja sama pertahanan rudal Eropa sedang berlangsung dan menyarankan dorongan politik diperlukan dari pemerintah Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat kemajuan pada saat KTT Kelompok Delapan bulan ini.

"Kita tidak ingin skenario Libya terulang, situasi di Libya harus diselesaikan melalui saluran politik secepat mungkin," kata Interfax mengutip pernyataan Lavrov kepada wartawan Rusia.

"Perlu menggunakan jasa-jasa utusan khusus sekjen PBB dan usul-usul penengahan dari Uni Afrika untuk duduk berunding dan mengusahakan persetujuan tanpa syarat-syarat," kata Lavrov.

Ia mengusulkan penyelesaian konflik itu dapat mengantarkan terbentuknya satu pemerintah baru tetapi perundingan dengan pemerintah Gaddafi tidak dapat dihindarkan.

Hasil dialog merupakan satu sistem politik baru, tetapi perlu mengusahakan perjanjian yang memiliki prospek menenangkan situasi," kata Lavrov.

Rusia mengatakan koalisi yang dipimpin Barat melakukan serangan-serangan udara melampaui mandat Dewan Keamanan PBB untuk melindungi warga-warga sipil,dan menentang keras campur tangan asing dalam konflik-konflik lain di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Lavrov mengatakan usaha-usaha untuk mengakhiri konfrontasi berdarah di Suriah dirumitkan oleh "keinginan beberapa pihak dalam proses-proses ini untuk mengundang pasukan asing mendukung aksi-aksi mereka," kata Interfax.

"Usaha-usaha untuk menyebarkan pengalaman Libya di negara-negara lain dan kawasan-kawasan sangat berbahaya, apakah itu di Yaman, Suriah maupun di Bahrain," kata berita RIA yang dikelola negara mengutip pernyataan Lavrov.

Mengenai Iran, yang hubungan diplomatik dengan Rusia sering terganggu dan lima negara lainnya menyangkut kemungkinan perundingan baru mengenai program nuklirnya,Lavrov mengatakan Teheran harus tidak menghindari masalah-masalah mengenai kegiatan muklirnya yang dicurigai.

Ia mengatakan setiap perundingan dengan Iran harus termasuk "diskusi serius program nuklir Iran," kata Interfax mengutip pernyataan Lavrov.

"Kita semuanya menginginkan 100 persen bahwa tidak ada unsur militer" dalam program nuklir Iran, katanya.

Lavrov mengatakan perundingan mengenai krrja sama antara Rusia dan NATO mengenaii perisa antirudal Eropa, yang menurut Moskow penting bagi masa depan hubungan dengan Barat, sulit.

Ia mengatakan ia dan Menlu AS Hillary Clinton dalam pertemuan Kamis sepakat "bahwa diperlukan memberikan gerak hati politik pada pekerjaan para ahli" membicarakan masalah itu agar dapat melaporkan kemajuan kepada Obama dan Presiden Dmitry Medvedev pada pertemuan Klompok Delapan NegAra (G-8) akhir Mei nanti.(*)

(Uu.H-RN/B002)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Militer Libya berpartisipasi dalam tugas pembuangan senjata

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar