Sendratari "Kinara-Kinari" Dipentaskan di Candi Pawon

Borobudur, Jawa Tengah (ANTARA News) - Kalangan seniman di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan pementasan sendratari "Kinara-Kinari" di Candi Pawon sebagai peluncuran ikon kepariwisataan desa setempat.

"Kami melibatkan sekitar 40 penari dan 20 penabuh gamelan dari dua komunitas seniman di desa kami, untuk mementaskan sendratari itu yang rencananya akhir Mei ini," kata pencipta tarian tersebut Ki Eko Sunyoto, di Borobudur, Jumat.

Para seniman yang berasal dari Komunitas Pondok Seni Tingal Borobudur dan Sanggar Seni Joyowiyatama Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur itu telah menyiapkan pergelaran itu sejak sekitar tiga bulan lalu hingga saat ini.

Sendratari "Kinara-Kinari" yang dipentaskan di pelataran Candi Pawon, sekitar satu kilometer timur Candi Borobudur itu, katanya, berdurasi kira-kira 45 menit.

Pergelaran itu terkait dengan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pariwisata di kawasan desa wisata setempat.

Ia menjelaskan, sendratari tersebut bercerita tentang pohon kalpataru sebagai pohon kehidupan yang digambarkan di relief Candi Pawon.

Kinara-Kinari, katanya, digambarkan sebagai makhluk berwujud manusia sekaligus burung.

"Setengah badan ke atas berwujud manusia, dan setengah badan ke bawah berbentuk burung, antara lain simbol atas keseimbangan jagat `gedhe` (besar, red.) dengan jagat `cilik` (kecil, red.)," katanya.

Ia menyebut, sosok Kinara-Kinari sebagai "pohon" penjaga keinginan, pengharapan, dan kehidupan yang sarat dengan cinta kasih.

Ia mengaku, tarian itu diciptakan pada 2009 berdasarkan inspirasi relief kalpataru di Candi Pawon.

Hingga saat ini, katanya, tari Kinara-Kinari telah dipentaskan delapan kali di sejumlah tempat seperti di Elo Progo Art Galeri Borobudur, Hotel Manohara di Taman Wisata Candi Borobudur, Hotel Pondok Tingal Borobudur, dan Festival Wisata Nusantara di Jakarta.

"Untuk pementasan sendratari di Candi Pawon nanti, kami selama ini menyiapkan secara khusus dalam bentuk kolosal," katanya.(*)
(L.M029*H018/A033)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar