UNJ Cegah Radikalisme Melalui Pendidikan Pancasila

Jakarta (ANTARA News) - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus mengembangkan pendidikan karakter untuk mencegah kemungkinan timbulnya sikap radikalisme. Pendidikan karakter terintegrasi dalam Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah dasar umum yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, kata Rektor UNJ Prof Dr Bedjo Sujanto, MPd.

Rektor mengemukakan hal itu menjawab pers di Jakarta, Senin, sesuai membuka acara Dies Natalis ke-47 UNJ yang juga dihadiri Wakil Mendiknas Prof Fasli Jalal, PHd dan jajaran senat guru besar UNJ, termasuk Dekan Fakultal Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ Dr Karnadi, MPd selaku ketua panitia acara itu.

Menurut Rektor, pemberian mata kuliah Pendidikan Pancasila kepada setiap mahasiswa itu selain dimaksudkan mencegah timbulnya radikalisme yang membahayakan negara, juga dimaksudkan agar setiap mahsiswa dapat memahami dan mengemalkan nilai-nilai Pancasila.

"Pendidikan Pancasila sebagai wujud pengembangan karakter, watak dan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta mahasiswa juga harus memahami tanggumng jawab sebagai warga negara yaitu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Rektor mengatakan, pengembangan pendidikan karakater di UNJ, sebagaimana dikembangkan Kemdiknas mulai 2011 ini diintegrasikan ke dalam Pendidikan Pancasila, dan seluruh program studi di UNJ, sehingga mahasiawa memahami hak, kewjiban dan tanggung sebagai WNI terhadap NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tungal Ika.

Sementera itu, Wamendiknas Fasli Jalal mengharapkan, NJ menjadi pelopor perguruan tinggi di ibukota dalam pengembangan pendidikan karajeter bangsa bagi mahasiswanya, termasuk pendidikan karakter yang dimulai sejak anak usia dini, di sekolah Lab School UNJ mulai TK, SD, SMP dan SMA.

Dengan demikian, katanya, generasi muda Indonesia mendatang termasuk alumni UNJ memiliki karakter, sikap, watak dan akhlag yang kuat dan berkaulitas sehingga membawa bangsa Indonesia menjadi maju dan bermartabat di dunia.

Fasli memberikan contoh, pada 2010 pendapatan perkapita setiap penduduk Indonesia 3000 dolar per tahun atau menduduki urutan ke-18 dalam perekonomian dunia, maka melalui pendidikan karakter yang kuat, pada 2025 mendatang pendapatan perkapita akan menjadi 16.000 dolar AS per tahun dengan jumlah penduduk 280 juta jiwa sehingga urutan ekonomi Indonesia naik menjadi ke-12 terbesar di dunia.

Dekan FIP UNJ Dr Karnadi, MPd selaku ketua panitia dies mengatakan, dies natalis ke-47 UNJ bertemakan "Pendidikan Sebagai Pilar Utama Dalam Pembangunan Karakter Bangsa". Acara dies  berlangsung 16 Mei-15 Juni 2011.

Dies Natalis akan diisi 49 kegiatan yang terbagai dalam enam kategori, seperti kategori akademik (seminar, bedah buku, pengukuhan guru besar, pameran pendidikan); kategori penghargaan; kategori turnamen (perlombaan); kategori seni dan budaya; serta kategori serimonial seperti peresmian pembangunan gedung KH Dewantara oleh Wamendiknas Fasli Jalal.

Karnadi mengajak, seluruh sivitas akademika UNJ untuk dapat memupuk semangat kebersamaan dalam mepertahanakan dan meningkatkan fungsi UNJ dalam membangun karakter bangsa guna menuju bangsa yang maju dan bermartabat.

"Pendidikan adalah sumbu yang menggerakkan seluruh kehidupan manusia," ujarnya.(*)



Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Wamenag ajakĀ ASN berperan menjaga nilai-nilaiĀ kebangsaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar