counter

Rohaniwan Buddha Harapkan Umat Memupuk Persaudaraan

Denpasar (ANTARA News) - Rohaniwan Buddha Bhante Silaguto mengharapkan semua umat di dunia saling memupuk persaudaraan dalam upaya mewujudkan kedamaian lahir dan batin.

"Kami mengharapkan semua umat menanamkan rasa persaudaraan sehingga tercapai kedamaian dunia," kata Bhante pada acara perayaan Hari Tri Suci Waisak 2555, di Vihara Budha Sakyamuni Denpasar, Bali, Sabtu malam.

Ia mengatakan, semua agama mengajarkan umatnya agar mampu menciptakan perdamaian, karena dengan jalan tersebut Tuhan akan memberi anugerah kepada manusia di dunia ini.

"Ajaran Buddha telah menuntun umatnya agar selalu berbuat yang terbaik kepada umat manusia dan lingkungan, maka dari itu saya imbau umat Buddha untuk menaati ajaran agama tersebut," katanya.

Ketua panitia perayaan Hari Suci Tri Waisak Oscar Naib Wanaow mengatakan, hari raya ini adalah salah satu dari empat hari suci agama Buddha yang dirayakan di seluruh dunia.

Untuk di Bali, kata dia, menyambut datangnya Hari Tri Waisak dengan berbagai kegiatan "dhamma" yang menekankan pada usaha peningkatan pemahaman dan praktik ajaran Guru Agung Budha Gotama, yaitu "dana kedermawanan maupun bhavana samadhi".

"Rangkaian kegiatan dhamma tersebut kami selenggarakan selama sebulan dengan harapan membawa berkah maupun kedamaian bagi umat Budha dan warga masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan dalam dhamma itu, antara lain "Kempo Emas" dan pembersihan Buddha Rupam serta area Vihara Sakyamuni.

Selain itu juga digelar kegiatan kursus dhamma bagi pemuda, upacarika dan pandita serta kegiatan sosial lainnya.

Oscar mengatakan, pada acara Bakti Waisak diawali "Visudhi Upasaka-Upasika", melepas burung Abhayadana sebagai simbol kasih sayang dan kebebasan dan meditasi yang dihadiri umat Buddha seluruh Bali.

Kegiatan perayaan Waisak 2555 tersebut diisi pergelaran dramatari "Golden Swan atau Angsa Emas" yang dibawakan oleh 160 anak-anak Minggu Budhis.(*)
(T.I020/Z003)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

KPK tatar pejabat dan pelajar soal pencegahan korupsi

Komentar