Imigran Afganistan Terdampar di Perairan Panimbang

Imigran Afganistan Terdampar di Perairan Panimbang

Dua orang bagian dari 101 imigran gelap asal Timur Tengah diambil sidik jarinya sesaat setelah ditangkap, di Selat Sunda, Selasa (24/5) dinihari. Ke-101 orang imigran tersebut berasal dari Afganstan, Pakistan, Iran dan Irak ditangkap Kapal Polisi (KP) Cendrawasih saat meraka memasuki perairan Selat Sunda secara ilegal. (ANTARA/Asep Fathulrahman)

Pandeglang (ANTARA News) - Sekira 110 imigran asal Afganistan terdampar di perairan Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panimbang, AKP Suradi, ketika dikonfirmasi, Senin.

"Ya betul, memang ada imigran asal Afganistan yang terdampar di Perairan Panimbang, tepatnya dekat Pantai Tanjung Lesung," ujarnya. Ia mengakui tengah berada di lokasi saat dihubungi.

Menurut dia, para imigran tersebut saat ini masih berada di dalam kapal motor, berjarak sekitar empat mil dari Pantai Tanjung Lesung dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian perairan dan udara (Polairud).

"Tadi pagi jarak mereka sekitar dua mil laut, tapi kini lebih ke tengah lagi. Sekarang posisinya sekitar empat mil dari pantai," ujarnya.

Ia juga menegaskan, dua kapal petugas Polairud melakukan pengawalan dan memperhatikan gerak-gerik para imigran tersebut.

Suradi juga menjelaskan, ada kemungkinan kapal yang membawa para imigran itu akan ditarik ke pantai, dan saat ini sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Kemungkinannya memang ditarik ke pantai, tapi kita masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait, sambil menunggu perkembangan selanjutnya," ujarnya.
(T.S031/Z003)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

DPRD tanggapi aksi protes pencari suaka di Batam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar