Jakarta (ANTARA) - Tim medis Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Suroso Jakarta masih mempelajari kasus hiperkoagulopati atau kondisi yang ditandai dengan peningkatan kecenderungan membentuk bekuan darah dalam pembuluh darah pada pasien dengan infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian Omicron.

"Kita ada standar pemeriksaan dan ditemukan ada kondisi hiperkoagulopati. Apakah ini terjadi akibat komorbid atau yang lain, itu sedang kita pelajari," kata Ketua Pokja Pinere RSPI Sulianti Suroso Pompini Agustina Sitompul dalam acara bertajuk "Kesiapsiagaan Menghadapi Omicron" yang diikuti melalui saluran YouTube RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, Kamis siang.

"Hiperkoagulopati ini bisa berdampak pada ginjal, paru, jantung, dan lainnya. Itu sedang kita pelajari. Ada beberapa kasus konfirmasi yang memiliki komorbid dan mulai muncul tanda hiperkoagulopati," ia menambahkan.

Pompini mengatakan, saat ini sudah sudah ada 68 kasus infeksi Omicron di Indonesia dan mayoritas infeksi terjadi pada pelaku perjalanan dari luar negeri. Hanya ada satu pasien yang mengalami transmisi lokal Omicron.

RSPI Sulianti Saroso saat ini menangani pasien yang diduga maupun dikonfirmasi terinfeksi Omicron dan di antaranya ada pasien yang tidak mengalami gejala sakit dan mengalami gejala ringan. Di antara pasien yang terserang Omicron juga ada yang sudah mendapat dua kali suntikan vaksin COVID-19.

Pompini menjelaskan bahwa secara umum gejala yang dialami oleh pasien yang terinfeksi Omicron tidak jauh berbeda dengan pasien COVID-19 yang mengalami gejala ringan, termasuk di antaranya anosmia (gangguan indra penciuman), hidung tersumbat, dan batuk.

"Sampai saat ini yang belum ditemukan adalah gambaran pneumonia. Mudah-mudahan tidak sampai sana," katanya.

Pompini mengatakan bahwa tim medis memberikan perhatian khusus pada pasien terinfeksi Omicron yang memiliki penyakit penyerta meski tidak mengalami gejala sakit.

Intervensi yang dilakukan oleh tim medis pada pasien terinfeksi Omicron antara lain mengisolasi pasien di ruangan khusus, memberikan multi-vitamin, memberikan dukungan psikologis, dan melakukan rehabilitasi medis.

"Yang khas di RSPI Sulianti Suroso ini kita melakukan evakuasi pasien dengan alur cepat, tidak kontaminasi banyak petugas kesehatan, dan langsung mengarah ke ruang isolasi pasien," demikian Pompini Agustina Sitompul.

​​​​​​Baca juga:
Kemenkes: Risiko masuk rumah sakit pasien terinfeksi Omicron lebih rendah
Kasus infeksi Omicron di Indonesia bertambah 21

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2021