Luhut: 29 wilayah aglomerasi Jawa-Bali turun ke level I PPKM

Luhut: 29 wilayah aglomerasi Jawa-Bali turun ke level I PPKM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA/HO-Kemenko Marves/am.

Membaiknya testing dan tracing itu telah memberikan dampak baik terhadap asesmen level PPKM yang sebelumnya sempat memburuk
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sebanyak 29 wilayah aglomerasi di Jawa-Bali kembali masuk ke PPKM level 1.

"Berdasarkan asesmen 8 Januari 2022, terdapat 29 aglomerasi yang kembali masuk ke level 1 di daerah Jawa-Bali. Namun, perubahan level ini akan kami lakukan minggu depan," katanya dalam keterangan pers terkait evaluasi PPKM yang ditayangkan secara daring di Jakarta, Senin.

Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu pun menyampaikan apresiasi kepada daerah yang telah meningkatkan testing dan tracing dalam seminggu terakhir. Terutama sebagian besar wilayah aglomerasi Jawa-Bali.

Menurutnya, membaiknya testing dan tracing itu telah memberikan dampak baik terhadap asesmen level PPKM yang sebelumnya sempat memburuk.

Lebih lanjut, Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengakui kenaikan kasus harian nasional didominasi oleh kasus konfirmasi dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Hal itu pun menyebabkan kenaikan kasus aktif dan tingkat perawatan pasien di Jawa dan Bali.

Sebagai contoh, pada Minggu (9/1/2022), dari total 393 kasus konfirmasi di DKI Jakarta, hampir 300 kasus di antaranya disebabkan oleh para pelaku perjalanan dari luar negeri.

Lantaran PPLN dinilai jadi penyebab penyebaran Omicron, pemerintah akan terus melakukan pengetatan pintu masuk internasional untuk mencegah penyebaran varian baru COVID-19 itu meluas ke masyarakat.

"Rasanya tidak salah jika pemerintah memberikan perhatian khusus sejak awal Natal dan Tahun Baru yang lalu. Karena para pelaku perjalanan ini buktinya telah banyak kembali membawa banyak masalah mengenai Omicron ini," katanya.

Di sisi lain, meski kasus COVID-19 meningkat, jumlah kematian di Jawa-Bali masih terjaga dengan sangat baik.

"Hanya satu kematian. Saya ulangi, hanya satu kematian selama bulan Januari ini yang ditemukan di Jakarta. Selain itu, kasus konfirmasi di provinsi lainnya relatif terjaga dengan baik. Meskipun terdapat kenaikan sedikit di Bali, Banten, dan DI Yogyakarta," katanya.

Luhut juga mengingatkan Indonesia telah masuk 178 hari berada di titik yang rendah sejak puncak kasus COVID-19.

Ia pun meminta semua pihak menjaga kondisi yang baik tersebut dengan terus mematuhi protokol kesehatan dan gotong royong seluruh elemen bangsa.

"Patuhilah protokol kesehatan dan kita semua bekerja keras, patuhi apa yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Pemerintah berikan yang terbaik untuk rakyatnya," ujar Luhut.

Baca juga: Luhut Panjaitan: Pengetatan kegiatan belum akan dilakukan
Baca juga: Pemerintah akan pisahkan data COVID lokal dengan kasus impor
Baca juga: Menko Luhut minta masyarakat tahan diri untuk tidak ke luar negeri

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Kemenko Marves bangun pelabuhan hijau di Tanjung Pinggir Batam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar