Jakarta (ANTARA) - PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan alasan mengapa tidak menghadirkan fitur Idling Stop pada kendaraan All New Honda BR-V yang dapat membantu untuk lebih menghemat konsumsi bahan bakar.

Product Planning & Development Senior Manager Yoshihiko Eguchi mengungkapkan bahwa sesuai dengan studi yang dilakukan oleh internal, fitur ini tidak terlalu signifikan untuk membantu penghematan konsumsi bahan bakar.

"Karakteristik konsumen Indonesia, setelah kita pelajari bahwa mereka tidak terlalu perlu membutuhkan fitur itu, dan tidak terlalu signifikan juga jika menggunakan fitur itu," ungkap Yoshihiko Eguchi pada saat media briefing di Solo, Rabu (12/01).

Baca juga: PPnBM tak kunjung pasti, pemesanan mobil Honda turun 50 persen

Dalam hal ini, para pesaing dari All New Honda BR-V seperti Mitsubishi Xpander, Xpander Cross, Toyota Rush GR, Toyota All new Avanza dan juga Daihatsu Terios sudah menyematkan fitur tersebut yang berguna untuk memberikan efisiensi bahan bakar.

"Kita sebenarnya sudah punya teknologi tersebut, ketika studi tidak sesuai kita tidak akan paksakan," jelas dia.

Dalam hal ini, All-new BR-V hadir dengan menggunakan mesin 1.5L i-VTEC berbahan bakar bensin (In-line 4-silinder/DOHC/In-port injection) dengan tenaga maksimal 121 PS @6.600 rpm dan torsi maksimal 145 Nm @ 4.300rpm.

Dalam sebuah catatan yang diberikan oleh perusahaan, HPM mengatakan bahwa All New Honda BR-V dalam urusan efisiensi bahan bakar lebih hemat, meningkat 3 persen dari BR-V sebelumnya, bahkan ketika membawa banyak anggota keluarga.

Mesin All-new BR-V juga mencapai standar tinggi regulasi Euro 4. Mesin dengan keseimbangan tinggi ini menghasilkan efisiensi bahan bakar dan pengalaman berkendara tingkat tinggi dalam kombinasi dengan CVT atau MT 6 speed.

Fitur unggulan dari mesin ini adalah kemampuan torsi dan efisiensi bahan bakar pada putaran mesin rendah dan menengah.

Meski tenaga dan torsi maksimum hampir sama dengan kemampuan mesin BR-V sebelumnya, namun intelligent valve control dari fitur VTEC dan VTC dapat meningkatkan kemampuan torsi secara signifikan dari start hingga ke atas 4.000 rpm.

Mesin baru ini memanfaatkan teknologi kontrol katup akurasi tinggi "DOHC + VTEC + VTC" yang meningkatkan efisiensi pembakaran, mengurangi gesekan, dan mengurangi emisi (zat berbahaya dalam gas buang).

Baca juga: Varian tertinggi dominasi penjualan All New Honda BR-V

Baca juga: HPM yakin penjualan di Semarang akan meningkat di 2022

Baca juga: Krisis semikonduktor hambat produksi Honda
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022