MilkLife luncurkan kampanye "Berani Minum Susu" bebas laktosa

MilkLife luncurkan kampanye "Berani Minum Susu" bebas laktosa

Tangkapan layar CEO Global Dairi Alami, Ihsan Mulia Putri, dan Marketing Manager Global Dairi Alami, Bernadeth Virna Widiastuty, saat konferensi pers virtual pada Kamis (13/1/2022). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Jakarta (ANTARA) - Produsen susu Global Dairi Alami atau MilkLife pada Kamis meluncurkan kampanye “Berani Minum Susu” untuk mengajak masyarakat Indonesia agar rutin konsumsi susu dan mengakomodir kebutuhan intoleransi laktosa melalui produknya.

“Kami ingin semua orang minum susu. Itu adalah tujuan dari kami. Selain menyediakan susu dengan kualitas internasional, kami juga melakukan survei mengapa konsumsi rendah di Indonesia. Ternyata mayoritas dari konsumen itu intoleran terhadap laktosa. Maka untuk bisa meningkatkan konsumsi susu, kami perlu mempersembahkan solusi,” kata CEO Global Dairi Alami, Ihsan Mulia Putri, saat konferensi pers virtual pada Kamis.

Ihsan mengatakan pihaknya melakukan inovasi dalam pembuatan susu bebas laktosa melalui proses pengolahan enzimatis atau menambahkan enzim laktase ke dalam susu sapi biasa.

Baca juga: Rosalie Cheese, keju dari susu sapi dan kambing

Baca juga: Kiat menyimpan keju agar tetap segar


“Kami melakukan inovasi, bekerja sama dan mendatangkan teknologi dari luar negeri untuk proses susu segar yang diekstraksi laktosanya sehingga zat yang membuat konsumen tidak bisa mencerna laktosa itu sudah dihilangkan dari susunya,” katanya.

Senada dengan Ihsan, Marketing Manager Global Dairi Alami, Bernadeth Virna Widiastuty, mengatakan masyarakat Asia, termasuk Indonesia, banyak yang mengalami kondisi intoleransi laktosa.

Kondisi tersebut, lanjut Virna, terjadi karena kebiasaan minum susu berkurang sehingga enzim laktase di dalam tubuh seseorang tidak terproduksi lagi. Ketika laktosa masuk ke dalam tubuh melalui susu, maka orang tersebut tidak mampu mencerna susu dengan baik.

“Kami mengakomodir kebutuhan intoleransi laktosa supaya akhirnya mulai minum susu karena mungkin mereka tidak bisa minum susu selama ini atau diganti dengan minuman lain. Jadi tidak perlu takut kalau perutnya sakit, kemudian mulas, atau bahkan diare,” katanya.

Selain itu, Virna juga berpendapat bahwa tingkat konsumsi susu di Indonesia masih cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Menurutnya, permasalahan tersebut muncul karena faktor keterbatasan suplai susu segar dalam negeri.

“Karena suplai susu segarnya kurang dan kita harus impor, akibatnya harga susu jadi terkesan mahal untuk kalangan banyak. Maka biasanya setelah anak-anak usia lima tahun ke atas itu konsumsi susunya berkurang, makin dewasa malah tidak konsumsi susu,” katanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, konsumsi susu rata-rata di Indonesia sebesar 16,27 kg/kapita/tahun.

Angka tersebut masih jauh lebih sedikit di bawah rata-rata konsumsi susu dari negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai 26,20 kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun, dan Thailand 22,2 kg/kapita/tahun.

Melihat masih rendahnya konsumsi susu di Indonesia, Ihsan berharap kehadiran MilkLife bebas laktosa bisa memberikan kesempatan masyarakat untuk meminum susu secara rutin.

“Apabila masyarakat Indonesia rutin meminum susu setiap harinya, maka akan banyak manfaat yang didapatkan dan bisa meningkatkan kualitas kesehatan serta kebugaran tubuh dalam beraktivitas sehari-hari,” kata Ihsan.

Baca juga: Kemitraan IPS diharapkan dapat tingkatkan kualitas produk susu

Baca juga: Susu kambing dan kopi untuk perawatan kulit ibu dan anak

Baca juga: Konsumsi produk susu bisa kurangi risiko diabetes

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Dari susu kambing menjadi sabun mandi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar