Pemkot Jaksel minta sekolah perketat prokes cegah COVID-19

Pemkot Jaksel minta sekolah perketat prokes cegah COVID-19

Kondisi SMA Negeri 6 Jakarta yang ditutup karena satu siswa kelas X dinyatakan positif COVID-19 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (14/1/2022). ANTARA/Sihol Hasugian

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan meminta seluruh sekolah di wilayah tersebut untuk memperketat protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran kasus COVID-19.

Pengetatan protokol kesehatan ini seiring dengan ditutupnya sejumlah sekolah di wilayah tersebut karena temuan kasus COVID-19.

Baca juga: Di Jakarta Selatan 90 persen sekolah sudah laksanakan PTM

"Justru kan gitu mau tidak mau kita dengan begini lebih ketat artinya, kita tetap aja kalau kita memang mengikuti edaran dari dinas," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Abd Rachem di Jakarta, Jumat.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II mencatat enam sekolah sudah ditutup sementara waktu karena temuan COVID-19 sejak Jumat (7/1), yakni SMP dan SMA Labschool Kebayoran Baru, SMK Asisi Tebet, SMP dan SMA Islam Andalus.

Kemudian terbaru, SMA Negeri 6 Jakarta ditutup karena satu siswa kelas X dinyatakan positif COVID pada Kamis kemarin.

Lebih lanjut, Rachem memastikan keenam sekolah tersebut sudah melakukan "tracing" atau pelacakan kasus terhadap seluruh peserta didik dan pendidik.

Baca juga: SMAN 6 Jakarta gencarkan penelusuran setelah siswa positif COVID-19

"Otomatis semua dilakukan, itu kan bagian dari prokes. Kalau ada yang positif kan nanti ada yang lima hari ada yang tiga hari (tutup). Itu tergantung kepada jumlah kasusnya, kalau hanya personal hanya tiga hari," kata Rachem.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut pihak pemerintah daerah memilih masih memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kapasitas 100 persen meski ditemukan kasus COVID-19 pada 10 sekolah.

"Jadi sampai hari ini belum ada urgensi menutup sekolah PTM. Kami masih terus memantau memastikan semua berjalan lebih baik lagi, mohon doa dan dukungan dari semua, terutama bagi para orang tua pastikan anak-anak kita pergi ke sekolah dengan tetap melaksanakan prokes. Jangan main-main atau mampir langsung pulang ke rumah," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis malam.

Riza menyebutkan 10 sekolah yang ditemukan kasus COVID-19 tersebut tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan dilakukan penghentian sementara kegiatan PTM lima hari dan jika ditemukan kasus lebih dari lima persen maka penutupan akan dilakukan 15 hari.

Baca juga: SMAN 6 Jakarta hentikan sementara PTM karena siswa positif COVID-19

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Wagub sebut DKI Jakarta penuhi syarat lanjutkan PTM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar