Olimpiade

Federasi olahraga harus utamakan kejuaraan kualifikasi Olimpiade Paris

Federasi olahraga harus utamakan kejuaraan kualifikasi Olimpiade Paris

Arsip foto - Tangkap layar - Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA sekaligus merupakan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (13/12/2021). ANTARA/Arindra Meodia.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari meminta federasi olahraga nasional untuk fokus mengutamakan kejuaraan kualifikasi menuju Olimpiade Paris 2022 di tengah padatnya agenda multievent internasional yang akan digelar sepanjang tahun ini.

Okto, sapaan karib Raja Sapta, mengatakan proyeksi KOI pada 2022 tak sebatas agenda multievent tahun ini. Ada empat agenda kejuaraan regional yang digelar, yakni SEA Games Hanoi (12-23 Mei), Islamic Solidarity Games Konya (9-18 Agustus), Asian Games Hangzhou (10-25 September), dan Asian Youth Games Shantou (20-28 Desember).

Namun dia menekankan ajang-ajang tersebut bukan target utama, melainkan hanya uji coba atlet dalam mengukur hasil latihan yang dijalani.

"Khusus untuk cabang kategori Olimpiade, kualifikasi Olimpiade Paris akan dimulai tahun ini. KOI menegaskan kami bukan sekadar fokus kepada lima agenda multievent itu saja. Kita juga harus lebih cermat terhadap agenda kualifikasi. kami akan mengawalnya," kata Okto dalam rilis pers KOI, Jumat.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersama Panitia Penyelenggara Paris 2024 telah merilis 32 cabang olahraga yang akan dipertandingkan untuk Olimpiade Musim Panas edisi ke-33 nanti.

Baca juga: KOI berupaya dorong WADA untuk tinjau ulang sanksi LADI

Kriteria kualifikasi yang ditetapkan setiap federasi internasional untuk Olimpiade Paris rencananya diumumkan Februari 2022, dengan periode kualifikasi dimulai Juni 2022 hingga Juni 2024.

"Kita harus siap mulai dari sekarang, tidak bisa lagi saat mau Olimpiade baru panik mencari kesempatan untuk turun dalam kualifikasi. Sekarang kita sudah tidak bisa seperti itu lagi," kata Okto.

Sementara itu, untuk cabang olahraga kategori non-Olimpiade, Okto berharap federasi nasional terkait bisa mematok prestasi tertinggi dalam ajang Kejuaraan Dunia yang menjadi indikator kesuksesan federasi nasional.

"Saya juga berharap cabang olahraga di luar kategori Olimpiade ini bisa menciptakan juara dunia dan kami juga berharap pemerintah bisa memberikan apresiasi kepada federasi di luar kategori Olimpiade yang berhasil melakukannya," pungkas dia.

Baca juga: 2021 dan pukulan sanksi WADA untuk Indonesia

Daftar cabang olahraga di Olimpiade Paris 2024:

1. Panahan
2. Atletik
3. Bulu Tangkis
4. Bola Basket (5x5 dan 3x3)
5. Tinju
6. Kano
7. Balap sepeda (road, MTB, BMX freestyle dan racing)
8. Equestrian
9. Anggar
10.Sepak bola
11. Golf
12. Senam (artistik, ritmik, trampoline)
13.Bola tangan
14.Hoki
15.Judo
16.Modern Pentathlon
17.Rowing
18.Rugby
19.Layar
20.Menembak
21.Tenis Meja
22.Taekwondo
23.Tenis
24.Triathlon
25.Bola voli (indoor dan voli pasir)
26.Akuatik (renang, polo air, loncat indah, renang indah, renang maraton)
27.Angkat Besi
28.Gulat

Empat cabang tambahan
29.Breaking
30.Sports climbing
31.Skateboard
32.Surfing

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2022

KOI dan Kemenpora fokus tingkatkan kualitas atlet Olimpiade

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar