counter

Menpora: Atlet Berprestasi Tidak Lagi Hidup Susah

Menpora: Atlet Berprestasi Tidak Lagi Hidup Susah

Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng. (FOTO. ANTARA)

Makassar (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menyatakan atlet yang mampu memberikan prestasi bagi Indonesia di tingkat dunia tidak akan mengalami hidup susah.

Menpora Andi Alifian Malarangeng, di Makassar, Sabtu, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan beberapa program untuk kesejahteraan atlet seperti tunjangan hari tua, beasiswa, penyediaan perumahan atlet hingga memberikan bonus yang nilainya cukup besar.

"Mengenai masalah atlet yang mengalami hidup susah meski berprestasi merupakan cerita masa lalu. Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk menghargai prestasi setiap atlet," kata Menpora dihadapan atlet muda Sulsel.

Selain itu, pemerintah dalam hal Kemenpora juga tengah berupaya mendorong para pengusaha untuk menggunakan atlet sebagai bintang iklan. Artinya, kesempatan untuk mendapatkan biaya hidup sebagai atlet semakin baik.

Menteri asal Sulsel itu menjelaskan, jika atlet bisa menunjukkan prestasi terbaik ditingkat nasional ataupun internasional, maka peluang untuk menjadi bintang iklan juga terbuka lebar.

Saat ini, beberapa atlet, khususnya pemain sepak bola memang tengah gencar dijadikan bintang iklan. Beberapa pemain yang telah membintangi sejumlah iklan diantaranya Bambang Pamungkas, Irfan Bachdim, Firman Utina serta Atep.

"Kita akan mendorong pengusaha tidak lagi mengutamakan selebritis untuk mempromosikan produknya melainkan dari kalangan olahragawan saja," jelas Menteri.

Namun untuk bisa mewujudkannya, Menpora berharap agar para atlet seperti PPLP, PPAPD dan PPLN bisa tetap serius untuk bisa menjadi kebanggaan Indonesia.

"Kita juga meminta kepada seluruh atlet untuk tetap berusaha mengembangkan kemampuan sehingga bisa memberikan kebanggaan bagi Sulsel dan Indonesia di sejumlah kejuaraan," ujarnya.  (ANT-283/F003/K004)

Berangkat haji lewat jalur reguler, menpora doakan Indonesia juara

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar