Pemprov DIY-Perkedwi akan kembangkan wisata kesehatan di Yogyakarta

Pemprov DIY-Perkedwi akan kembangkan wisata kesehatan di Yogyakarta

Arsip foto - Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (21/12/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa/pri.

Saat ini kami sudah kepikiran tema yang akan diangkat yakni Tracing the History of Jamu
Yogyakarta (ANTARA) - Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi) bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana mengembangkan wisata kesehatan berbasis kearifan lokal.

"Akan disiapkan travel pattern untuk perjalanan wisata, menciptakan health tourism di DIY," kata Ketua Perkedwi dr Mukti Rahadian seusai menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Senin.

Mukti mengatakan konsep wisata kesehatan tersebut merupakan bagian implementasi dari program kerja (proker) Perkedwi untuk wilayah DIY.

Salah satu dari proker itu, kata dia, adalah menciptakan destinasi layanan unggulan kedokteran kesehatan di DIY bagi warga negara yang selama ini bepergian ke luar negeri untuk dapat mengakses layanan kesehatan.

Untuk menuju pengembangan wisata kesehatan, menurut dia, Pemda DIY beserta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan berkoordinasi dengan rumah sakit di DIY yang telah terakreditasi guna menyiapkan layanan unggulan yang dapat diakses wisatawan.

Baca juga: Wisata kesehatan Indonesia miliki potensi keunggulan

Akreditasi Rumah Sakit (RS) tersebut, kata dia, harus diakui secara nasional maupun internasional, baru kemudian bisa menawarkan layanan unggulan.

"Layanan unggulan inilah yang nantinya di-branding oleh negara sebagai layanan unggulan RS yang bersangkutan," ujar Mukti.

Ia melanjutkan dalam konsep wisata kesehatan nantinya akan disediakan jalur wisata di wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) yang substansinya tetap berfokus pada kesehatan.

"Jadi supaya orang yang berwisata, kondisinya tetap bugar. Nantinya dijaga oleh dokter. Orang yang datang akan melakukan medical check up dulu di RS tersebut dan diberikan rekomendasi misalnya tidak boleh makan hidangan tertentu sesuai dengan hasil pemeriksaan," kata dia.

Meski demikian Mukti menuturkan sesuai arahan Sri Sultan Hamengku Buwono X konsep wisata kesehatan harus mengedepankan budaya dan kearifan lokal di Yogyakarta.

"Saat ini kami sudah kepikiran tema yang akan diangkat yakni Tracing the History of Jamu. Jadi nantinya, dengan konsep ini, Yogyakarta yang merupakan bagian dari Joglosemar dapat berkolaborasi dengan Pemda Jateng, serta Pentahelix lainnya seperti akademisi, bisnis, wisata, profesi, dan civil society menciptakan perjalanan wisata kesehatan di wilayah Joglosemar," ujar Mukti.

Baca juga: Presiden berharap RS Internasional Bali jadi tujuan wisata kesehatan


 
 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar