Thailand pertimbangkan pelonggaran karantina bagi WNA

Thailand pertimbangkan pelonggaran karantina bagi WNA

Arsip foto - Rombongan turis asing pertama tiba di Bandara Suvarnabhumi pada hari pertama pembukaan kembali negara tersebut di Bangkok, Thailand, Senin (1/11/2021). Gerakan tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk menggerakkan sektor pariwisata yang dilanda pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun/rwa.

Jika disetujui, pelonggaran karantina bisa dimulai 1 Februari,
Bangkok (ANTARA) - Thailand sedang mempertimbangkan untuk kembali melonggarkan aturan karantina bagi para pengunjung yang sudah divaksin, sebagai bagian dari usulan penghapusan sejumlah pembatasan COVID pekan ini, kata Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul.

Thailand pada November tahun lalu mulai kembali menerima kedatangan warga negara asing (WNA) yang sudah divaksin.

Langkah tersebut ditempuh pemerintah untuk membantu menghidupkan industri pariwisata, yang babak belur saat  pemberlakuan kebijakan masuk yang ketat selama hampir 18 bulan.
 
Otoritas mencatat ada sekitar 200.000 warga asing yang datang tahun lalu. Jumlah itu sangat jauh merosot dibandingkan dengan hampir 40 juta orang pada 2019.

Kebijakan 'Test and Go', yang memungkinkan pendatang lolos dari karantina wajib jika mereka dinyatakan negatif pada saat kedatangan, ditangguhkan pada akhir Desember lantaran adanya kekhawatiran penyebaran varian Omicron.

"Kami akan mengusulkan sejumlah langkah yang dapat dilakukan secara aman dan sehat secara medis," kata menkes kepada Reuters.

"Jika disetujui, pelonggaran karantina bisa dimulai 1 Februari," katanya.

Thailand melaporkan 6.929 kasus dan 13 kematian baru COVID-19 pada Senin.

Lebih dari 2,3 juta orang di negara tersebut terpapar COVID-19, dengan 22.000 orang meninggal karena penyakit tersebut.

Sumber: Reuters


Baca juga: Turis asing ke Thailand akan dikenai tarif mulai April

Baca juga: Thailand laporkan kematian pertama akibat varian Omicron


 

Pemerintah lirik koridor perjalanan pariwisata Phuket Thailand

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar