Joss Whedon buka suara terkait pelanggaran di syuting "Justice League"

Joss Whedon buka suara terkait pelanggaran di syuting "Justice League"

Sutradara Joss Whedon (ANTARA/Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Joss Whedon akhirnya buka suara terkait dengan tuduhan melakukan pelanggaran di lokasi syuting "Justice League" untuk pertama kalinya.

Dalam profil yang diterbitkan pada Senin (17/1) di majalah New York, Whedon menanggapi tuduhan dari aktor Ray Fisher dan Gal Gadot tentang penganiayaan selama syuting ulang untuk "Justice League", yang disutradarai Whedon setelah kepergian pembuat film asli Zack Snyder karena kematian putrinya, Autumn.

Baca juga: Gal Gadot benarkan Joss Whedon ancam karirnya karena "Justice League"

Pada musim panas tahun 2020, Fisher, aktor yang memerankan Cyborg dalam film tersebut, menuduh Whedon berperilaku kasar dan tidak profesional di lokasi syuting.

Dalam sebuah wawancara dengan The Hollywood Reporter yang diterbitkan pada bulan April 2021, Fisher mengingat perasaannya bahwa dia harus menjelaskan beberapa poin paling mendasar tentang apa yang akan menyinggung komunitas Kulit Hitam.

Aktor Aquaman Jason Momoa telah mendukung Fisher, sementara aktor Wonder Woman Gal Gadot mengatakan Whedon mengancam karirnya.

Whedon, yang menjadi terkenal dengan membuat serial TV favorit "Buffy the Vampire Slayer", juga dituduh oleh bintang Charisma Carpenter atas perilaku bermusuhan dan beracun di lokasi syuting acara tersebut.

Dalam artikel New York, berdasarkan wawancara yang berlangsung musim semi lalu, Whedon berulang kali membantah atau menolak tuduhan perilaku kejam atau tidak sensitif di masa lalu. Dia juga membahas interaksinya dengan Fisher di "Justice League".

Baca juga: "Justice League: Snyder Cut" tak akan tampilkan pekerjaan Joss Whedon

Dalam "Justice League" versi Whedon peran Fisher Victor Stone/Cyborg sangat sedikit dan di New York, pembuat film mengatakan dia tidak merasa Fisher memberikan kinerja yang baik.

"Kita berbicara tentang kekuatan jahat. Kita berbicara tentang aktor yang buruk dalam dua hal," ujar Whedon dilansir The Hollywood Reporter, Selasa.

Pada bulan Maret 2020, Snyder merilis tayangan "Justice League" selama empat jam di HBO Max. Sebagian besar kinerja Fisher dikembalikan, dan aktor tersebut mendapat pujian dari penonton karena menjadi landasan emosional film tersebut.

Whedon juga membantah klaim Gadot bahwa dia mengancam kariernya.

"Bahasa Inggris bukan bahasa pertamanya, dan gaya bicara saya cenderung seperti itu," kata Whedon tentang aktor Israel tersebut.

Dia mengatakan hanya bercanda tentang adegan yang ingin dia potong. Whedon mengungkap saat itu dia mengatakan harus mengikat tubuh Gal Gadot ke rel kereta untuk membuangnya.

"Kemudian saya diberi tahu bahwa saya telah mengatakan sesuatu tentang mayatnya dan mengikatnya ke rel kereta api," ujarnya.

Saat dihubungi New York, Gadot membantah versi cerita Whedon, dengan memberi tahu majalah itu melalui email, "Saya sangat mengerti."

Bintang Buffy, Carpenter, mengklaim pada Februari 2021 bahwa setelah mengetahui dirinya hamil, Whedon bertanya apakah dia "akan mempertahankannya" dan secara manipulatif menggunakan sisi kewanitaan untuk melawannya sebagai senjata.

Berbicara kepada New York, Whedon mengakui penyesalannya.

"Saya tidak sopan. Sebagian besar pengalaman saya dengan charisma menyenangkan dan menawan. Dia kadang-kadang berjuang dengan caranya yang keras, tetapi tidak ada yang bisa memberi pukulan lebih keras darinya," kata Whedon.

Karir Whedon terjun bebas sejak Fisher pertama kali berkomentar tentang pengalamannya di lokasi syuting "Justice League". Dia meninggalkan serial HBO-nya, "The Nevers", sebagai showrunner dan tidak memiliki proyek di masa depan.

Kisah majalah New York menandai pertama kalinya Whedon mengomentari tuduhan tersebut. Sebelumnya, seorang pengacara dan juru bicara Whedon menyangkal beberapa tuduhan di antaranya setelah wawancara yang diberikan Fisher kepada Forbes pada awal 2021.

Fisher, yang saat ini muncul di miniseri "Women of the Movement", menanggapi artikel New York setelah dipublikasikan melalui Twitter.

"Sepertinya Joss Whedon harus berhenti mengarahkan.. Daripada membahas semua kebohongan dan lelucon hari ini saya akan merayakan warisan Pendeta Dr. Martin Luther King Jr. Besok pekerjaan berlanjut," kata Fisher.


Baca juga: Ray Fisher tantang Joss Whedon untuk menuntutnya secara hukum

Baca juga: Ray Fisher sebut sutradara "Justice League" kasar saat syuting

Baca juga: Sutradara Avengers rilis film baru online

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar