Yerusalem (ANTARA) - Kementerian kesehatan Israel pada Senin (17/1) mengatakan akan mempersingkat masa isolasi wajib pasien COVID-19 dari tujuh menjadi lima hari, asalkan mereka tidak bergejala.

Hingga pekan lalu masa isolasi berlangsung selama 10 hari.

Keputusan terbaru berlaku mulai Rabu sesuai rekomendasi yang diterapkan di Amerika Serikat.

Tes antigen negatif di rumah juga diharuskan sebelum mengakhiri masa isolasi, kata kementerian.

Baca juga: Penelitian Israel sebut vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif lawan Omicron

Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan lonjakan infeksi disebabkan oleh varian Omicron dan jumlah orang yang menjalani isolasi menjadi beban bagi perekonomian Israel.

"Keputusan ini, di satu sisi akan terus memastikan kesehatan masyarakat, dan di sisi lain, meski sulit, menjaga ekonomi pada saat ini, sehingga kita mampu melewati gelombang ini secara aman," kata Bennet.

Koordinator satgas COVID-19 Israel Salman Zarka mengatakan kemenkes menemukan bahwa pasien mudah menulari orang lain dalam tiga hari pertama setelah terinfeksi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Studi Israel: Dosis ke-4 vaksin COVID kurang ampuh lawan Omicron
Baca juga: PM: 2-4 juta warga Israel akan alami COVID di tengah penularan Omicron

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2022