Pierre Cardin berencana "comeback" di Paris Fashion Week

Pierre Cardin berencana "comeback" di Paris Fashion Week

Dalam arsip foto 22 Maret 2016 ini, seorang model menampilkan kreasi perancang busana Prancis Pierre Cardin selama Moscow Fashion Week, Rusia. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)

Jakarta (ANTARA) - Label mewah Pierre Cardin akan kembali ke Paris Fashion Week untuk menghidupkan kembali merek tersebut setelah pendiri legendarisnya meninggal dunia pada 29 Desember 2020.

“Kami ingin kembali ke fashion week, minimal setahun sekali. Kami butuh publisitas. Paman saya melakukan banyak hal dan publisitas datang secara alami. Tapi dia mendedikasikan bagian terakhir hidupnya untuk kreativitas, bukan untuk distribusi,” kata Rodrigo Basilicati-Cardin, keponakan sekaligus penerus label tersebut, kepada AFP, dikutip pada Selasa.

Desainer Cardin meninggal dalam usia 98 tahun pada 2020. Ia berhasil membangun kerajaan bisnis mode dan melisensikan namanya menjadi merek mewah tersebut.

Cardin tetap menjadi sorotan di dunia fesyen hingga akhir hayatnya, ia bahkan sempat memamerkan karyanya di Rusia, Kazakhstan, dan di Tembok Besar China pada tahun-tahun terakhir semasa hidupnya. Tetapi ia menjadi jarang tampil di perhelatan mode besar dalam dua dekade terakhirnya.

"Pierre ingin bebas. Saat mendekati ulang tahunnya yang ke-80, dia mengatakan ada banyak desainer muda yang perlu menjadi bagian dari pekan mode dan dia tidak ingin menghalangi mereka,” kata Basilicati-Cardin yang kini memimpin label tersebut.

Ia menambahkan bahwa kini sudah waktunya untuk meluncurkan kembali merek tersebut. Langkah pertama yang akan ditempuh, lanjutnya, adalah mengadakan acara peringatan khusus yang didedikasikan untuk sang pendiri label pada 28 Januari di akhir pekan haute couture.

Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mengadakan acara besar lainnya dalam rangka memperingati hari lahir pendiri yang ke-100 di Venesia pada Juli.

Cardin dikenal sebagai desainer yang menghasilkan karya revolusioner dalam dunia mode pada 1960-an dan 1970-an. Pada periode tersebut, ia menawarkan desain berani dan futuristik yang terinspirasi dari perjalanan dan eksplorasi ruang angkasa.

“Dia sangat menyukai kesederhanaan tertentu, kecintaannya pada desain bentuk kurva. Dia menjelaskan hal-hal yang saya lakukan secara naluriah,” kenang Basilicati-Cardin atas sosok pamannya.

Basilicati-Cardin dipilih untuk mengambil alih kepemimpinan pamannya pada 2018. Ia telah bekerja bersama sang paman sejak 1990-an, terutama untuk mengembangkan produk aksesori.

Kini sebagai CEO, ia masih merancang desain kacamata dan meramu ide baru untuk pengembangan koleksi selanjutnya. Basilicati-Cardin juga menyadari, dibutuhkan inovasi dari para desainer baru untuk menjaga keberlangsungan merek tersebut.

Baca juga: Deretan merek premium dikonfirmasi akan hadir di Paris Couture Week

Baca juga: Komentar Jennie BLACKPINK soal Paris Fashion Week

Baca juga: Paris Fashion Week ditutup dengan persembahan penuh cinta untuk Elbaz

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar