Wabah mereda, kasus COVID-19 di Tianjin di China berkurang

Wabah mereda, kasus COVID-19 di Tianjin di China berkurang

Masyarakat di Tianjin, China, pada Minggu (9/1/2022) menjalani tes massal asam nukleat untuk mendeteksi penyakit virus corona (COVID-19) setelah beberapa kasus infeksi ditemukan di kalangan masyarakat kota tersebut. ANTARA/cnsphoto via REUTERS/tm

Beijing (ANTARA) - Kotamadya Tianjin, China, melaporkan lebih sedikit kasus COVID-19 pada Selasa setelah wabah tersebut menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara angka kasus harian di Kota Anyang mencapai rekor.

Tianjin, pelabuhan utama di China utara, melaporkan 18 kasus penularan lokal dengan gejala yang terkonfirmasi pada Senin (17/1), menurut data Komisi Kesehatan Nasional (NHC), Selasa (18/1).

Angka itu menandai jumlah harian yang lebih rendah dalam sepekan.

Pejabat NHC He Qinghua mengatakan pada Sabtu (15/1) bahwa risiko penyebaran wabah di Tianjin ke kawasan lain secara bertahap menurun karena kasus baru dalam tiga hari belakangan sebagian besar terjadi pada orang-orang yang sudah dikarantina.

Pabrik perakitan untuk Volkswagen dan Toyota di Tianjin tetap ditutup lantaran wabah itu.

Pabrik komponen Volkswagen di kota itu sudah memulai sejumlah jadwal bergilir sejak Kamis pekan lalu, menurut pernyataan Volkswagen Group China pada Selasa.

Baca juga: Otoritas Beijing duga kiriman paket dari Kanada bawa Omicron

Tianjin melaporkan lebih dari 300 kasus bergejala lokal dari klaster baru-baru ini yang juga telah menyebarkan infeksi Omicron ke dua kota lainnya.

Beban kasus Tianjin tetap lebih kecil ketimbang banyak wilayah di luar negeri, tetapi kondisi tersebut mempersulit warga setempat untuk keluar dari kota itu.

Tianjin mengurung komunitas-komunitas yang berisiko tinggi. Otoritas kota tersebut juga meluncurkan beberapa putaran tes bagi 14 juta warganya di bawah pedoman China untuk menekan lonjakan apa pun sesegera mungkin.

Ibu kota China, Beijing --yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin mulai 4 Februari 2022-- melaporkan satu kasus lokal dengan gejala terkonfirmasi pada Senin.

Orang yang terinfeksi itu pernah melakukan kontak erat dengan kasus Omicron lokal yang dilaporkan pada 15 Januari 2022.

Baca juga: Beijing temukan kasus Omicron, warga antre tes berjam-jam

Kota Anyang melaporkan 94 kasus lokal bergejala pada Senin, angka harian tertinggi sejak 8 Januari 2022.

Kota itu sebelumnya mendeteksi Omicron yang dikatakan otoritas bisa terlacak pada seseorang yang tiba dari Tianjin.

Anyang telah meningkatkan aturan pembatasan pada akhir pekan dan meminta penduduknya untuk tidak sesuka hati keluar dari wilayah atau desa tempat mereka tinggal.

China melaporkan total 127 kasus lokal dengan gejala terkonfirmasi pada Senin, turun dari 163 kasus pada hari sebelumnya.

Tidak ada kematian baru pada Senin, sehingga jumlahnya sebanyak 4.636 jiwa. 

Per 17 Januari 2022, China daratan memiliki 105.258 kasus bergejala, termasuk yang lokal dan impor.

Sumber: Reuters

Baca juga: Dua mantan awak Cathay dipenjara karena berbohong sepulang dari AS

 

Menjelajahi terminal nol karbon di Pelabuhan Tianjin, China utara

 

Penerjemah: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar