Piala Afrika

Gabon dampingi Maroko ke 16 besar, Comoros cetak sejarah

Gabon dampingi Maroko ke 16 besar, Comoros cetak sejarah

Para pemain tim nasional Gabon melakukan selebrasi dan berterima kasih kepada suporternya seusai memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Afrika 2021 setelah mengimbangi Maroko 2-2 dalam pertandingan penyisihan Grup C di Stadion Ahmadou Ahidjou, Yaounde, Kamerun, Selasa (18/1/2022) waktu setempat. ANTARA/REUTERS/Thaier Al-Sudani.

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Gabon mendampingi Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Afrika 2021 setelah kedua tim tersebut bermain imbang 2-2 dalam pertandingan pemungkas penyisihan Grup C di Stadion Ahmadou Ahidjou, Yaounde, Kamerun, Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Maroko sudah lebih dulu lolos setelah memenangi dua pertandingan pertama mereka dan menjaga posisi di puncak klasemen akhir Grup B seusai bangkit mengimbangi Gabon.

Kendati lebih banyak ditekan di awal laga, Gabon mampu mencuri keunggulan melalui sepakan kaki kanan Jim Allevinah menyelesaikan umpan Jean-Noel Amonome pada menit ke-21.

Keunggulan itu raib pada menit ke-74 kala Sofiane Boufal mengkonversi tendangan penalti ke gawang Gabon setelah dilanggar Amonome di dalam kotak terlarang.

Baca juga: Gabon izinkan Aubameyang pulang ke Arsenal karena masalah jantung

Gabon merestorasi keunggulan mereka pada menit ke-81 setelah memaksa Nayef Aguerd mencetak gol bunuh diri, tetapi Maroko kembali menyamakan kedudukan tiga menit kemudian berkat tendangan bebas akurat yang dilepaskan Achraf Hakimi.

Skor imbang 2-2 yang bertahan hingga bubaran cukup bagi Gabon untuk melangkah ke babak 16 besar mendampingi Maroko. Gabon finis sebagai runner-up Grup C dengan koleksi lima poin, di bawah Maroko yang mengumpulkan tujuh poin, demikian catatan situs resmi CAF.

Maroko dan Gabon menjadi dua dari tujuh tim yang sudah melangkah ke babak 16 besar bersama tuan rumah Kamerun, Burkina Faso, Senegal, Guinea dan Nigeria.


Catatan bersejarah Comoros

Dalam pertandingan pemungkas Grup C lainnya yang berlangsung bersamaan di Stadion Roumde Adjia, Kepulauan Comoros menorehkan catatan bersejarah dengan menundukkan Ghana 3-2.

Sempat memimpin berkat gol cepat El Fardou Ben Nabouhane empat menit setelah pertandingan berjalan, Comoros mendapat keuntungan besar ketika Ghana harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain lantaran kartu merah Andre Ayew pada menit ke-25.

Comoros memanfaatkannya untuk menggandakan keunggulan melalui sontekan kaki kiri Ahmed Mogni pada menit ke-61.

Baca juga: Senegal tetap juarai Grup B Piala Afrika walau ditahan imbang Malawi

Namun, Ghana memberi perlawanan sengit dan membalas tiga menit kemudian melalui Richmond Boakye sebelum menyamakan kedudukan lewat gol jarak dekat Alexander Djiku pada menit ke-77.

Beruntung bagi Comoros situasi timpang bisa kembali mereka manfaatkan dan Mogni mencetak gol keduanya lima menit jelang bubaran untuk mengunci kemenangan 3-2 atas Ghana.

Hasil itu menandai penampilan debut Comoros di putaran final Piala Afrika dengan sebuah kemenangan.

Comoros juga berpeluang kian menajamkan capaian ini mengingat mereka masih bisa lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Comoros finis di urutan ketiga Grup C dengan tiga poin dan selisih gol defisit dua, sedangkan Ghana yang empat kali juara Piala Afrika harus pamit lebih awal dari edisi kali ini setelah hanya memperoleh satu poin dan berakhir sebagai juru kunci.

Baca juga: Zimbabwe kejutkan Guinea tapi gagal lolos 16 besar Piala Afrika

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar