Korban banjir di Tegal Alur andalkan satu dapur darurat

Korban banjir di Tegal Alur andalkan satu dapur darurat

Dapur darurat RW 02, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (19/1/2022).ANTARA / Walda

dapur tersebut sudah memproduksi 400 nasi bungkus
Jakarta (ANTARA) - Ribuan korban banjir di kawasan RW 02, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat mengandalkan satu dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan selama rumah mereka masih tergenang.

Dapur tersebut berlokasi di pos sekretariat RW 02 yang letaknya tepat berada di tengah permukiman warga yang terpendam banjir.

"Dapur umum ada satu lokasi di  kantor sekretariat RW dan ini merupakan swadaya masyarakat," kata ketua RW 02, Krisdiantoro saat dikonfirmasi di lokasi banjir, Rabu.

Krisdiantoro mengatakan dapur darurat itu sudah beroperasi selama satu hari penuh. Selama itu pula, dapur tersebut sudah memproduksi 400 nasi bungkus untuk dibagikan kepada warga terdampak baik di tempat pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah.

"Iya sehari dua kali kita berikan makanan. Direncanakan nanti malam abis maghrib mau nyusur lagi pake perahu karet," kata dia.

Nasi bungkus tersebut akan terus diberikan sambil menunggu bantuan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, sebanyak sebelas RT di kawasan RW 02 terendam banjir setelah hujan besar melanda lokasi tersebut.

Ketinggian banjir di sebelas RT itu pun beragam dari 60 sentimeter di kawasan permukiman hingga 120 sentimeter di bantaran kali Semongol.

"Ketinggian 120 cm itu ada di wilayah RT 01 yang lain mayoritas 80-60 sentimeter," kata Krisdiantoro.

Krisdiantoro mengatakan awalnya banjir tidak terlalu tinggi pasca hujan deras pada pagi hari tadi. Namun menjelang siang, air justru semakin tinggi hingga akhirnya menyentuh ketinggian 120 sentimeter.

"Sampai saat ini makin siang justru makin naik air. Iya kiriman dari semongol dan sifatnya air ini hanya berputar dan nunggu aliran sampai ke laut itu agak kering," kata Krisdiantoro.

Karena banjir tersebut, sebanyak 24 kepala keluarga yang terdiri 72 jiwa mengungsi di rusun dan masjid di sekitar permukiman warga.

Krisdiantoro melanjutkan, sebagian warga tidak mau mengungsi dan memilih untuk tinggal di lantai dua rumah.

"Kurang lebih kalau terdampak secara langsung sih satu rw ya ada  kira-kira ada 5.000 jiwa warga. Tapi sebagian besar tidak mengungsi," kata Krisdiantoro.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Jakarta melakukan tindakan cepat agar banjir di lokasinya cepat surut dan warga bisa beraktivitas secara normal.
Baca juga: Jalan Kamal Raya Jakbar masih tergenang pasca hujan deras dini hari
Baca juga: Pemkot Jakbar fokus tangani sampah penyebab banjir pada tiga titik
Baca juga: Pemkot Jakbar kerahkan tiga pompa air untuk surutkan air di Prepedan

Pewarta: Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar